Fakultas Kesehatan & MIPA Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB), terus mengembangkan diri. Setelah berhasil mencetak  kader-kader perawat, bidan dan tenaga ahli bidang administrasi rumah sakit, Fakultas Kesehatan & MIPA UMSB ini juga membuka program studi (prodi) baru, yakni Pendidikan Dokter. Prodi baru ini akan menjadi salah satu Pendidikan Dokter berbasis Islami di Indonesia bagian barat. Bahkan Dekan Fakultas Kesehatan & MIPA UMSB, Mursyid, SKM,M.Kes (MMR), bersama Rektor UMSB, Dr. Drs. H. Shofwan Karim Elha, MA, sangat optimis, izin prodi baru tersebut akan bisa didapat dalam waktu yang tidak terlalu lama.   Rasa optimis itu tidak hanya bagi Mursyid dan Shofwan Karim, Ketua DPD RI, H. Irman Gusman, SE,MBA,  Gubernur Sumbar, Prof.Dr. H. Irwan Prayitno,Psi,M.Sc Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Shafiq A. Mukhni, Wakil Ketua DPRD Sumbar, H. Trinda Farhan Satria, dan Walikota Bukittinggi, H. Ismet Amzis, SH juga punya pandangan dan harapan serupa.

"Kuatnya dukungan dari semua elemen Muhammadiyah untuk mendirikan Prodi Pendidikan Dokter di UMSB ini, saya optimis akan disampaikan oleh utusan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) setelah kembali ke Jakarta, besok, "kata Irman, pada Semiloka Pendirian Program Studi Pendidikan Dokter , Fakultas Kesehatan & MIPA UMSB, Sabtu (14/4), di Balai Sidang Bung Hatta, Bukittinggi. Dengan begitu, katanya, izinnya pasti akan keluar, tinggal lagi menunggu momen yang tepat untuk memulai operasionalnya. Sebab, segala sumber daya yang diperlukan untuk kehadiran Prodi Pendidikan Dokter itu, tentu bisa dipersiapkan sejak dini dengan memanfaatkan jaringan persyarikatan Muhammadiyah.
Di hadapan Kasubdit Pengembangan  pada Direktorat Kelembagaan dan Kerjasama Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Dra. Nursamsiah Asharini Munandar, M.Si, Irman yang merupakan putra mantan Rektor UMSB, Gusman Gaus (alm) itu, mengatakan, kekuatan UMSB dalam mengelola Prodi Pendidikan Dokter atau apapun namanya kelak, tidak perlu diragukan.
"Di tengah maraknya spekulasi di dunia pendidikan tinggi, antara unsur bisnis dan pengabdian demi masa depan bangsa, kekuatan UMSB tidak perlu diragukan. Itu artinya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, tak perlu harus berlama-lama lagi memproses izin Prodi Pendidikan Dokter yang tengah dirancang UMSB tersebut,"tegas Irman.
Bahkan Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, bersama Walikota Bukittinggi, Ismet Amzis, juga merespon positif keinginan Fakultas Kesehatan & MIPA UMSB untuk terus mengembangkan sayap, terutama dengan membuka Prodi Pendidikan Dokter, atau mengembangkannya menjadi Fakultas Kesehatan & Kedokteran UMSB.

Karena menurut Gubernur, sebagai salah seorang guru besar di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) yang kini dipercaya masyarakat untuk memimpin Provinsi Sumbar, mengaku siap untuk membantu dan memfasilitasi. "Keberadaan Prodi Pendidikan Dokter di UMSB memang menjadi sesuatu yang amat mendesak,"ujar Irwan.

Sedangkan dukungan yang dikemukakan Walikota Bukittinggi, adalah terhadap ihwal penyediaan lahan tempat Prodi Pendidikan Dokter pada Fakultas Kesehatan & MIPA UMSB nanti, Ismet Amzis mengaku siap untuk memfasilitasi. "Kami berharap pihak Muhammadiyah berkenan mendirikan kampus Prodi Pendidikan Dokter itu di Bukittinggi,"sebut Ismet.

Karena Bukittinggi, katanya, selain dikenal sebagai daerah tujuan wisata, juga menjadi sentral pendidikan, jasa, perdagangan dan kesehatan. Kalau untuk rumah sakit pendidikan, itu bisa dikoordinasikan kelak. Bukittinggi punya lima rumah sakit besar, dua Puskesmas Plus dan Puskesmas Perkotaan Plus dan beberapa Puskesmas.,"jelasnya. Saat ini, Pemko Bukittinggi juga tengah merintis berdirinya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Dukungan rencana pendirian Prodi Pendidikan Dokter di Fakultas Kesehatan & MIPA UMSB, juga datang dari Pimpinan Persyarikatan Muhammadiyah, baik di tingkat nasional maupun  Provinsi Sumbar. Hal itu dibuktikan dengan kesiapan mereka untuk memfasilitasi. Melalui Seminar dan Lokakarya (Semiloka) kemarin itu, dukungan langsung dikemukakan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Syafiq A. Mukhni, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumbar, Drs. H. Dasril Ilyas, dan Ketua Badan Penyelenggara Harian (BPH) UMSB, H. Syahrudji Tanjung.

 Menurut pengakuan Rektor UMSB, Shofwan Karim, dukungan nyata untuk mewujudkan cita-cita besar ini, sebetulnya juga telah diterima Mendagri, H. Gamawan Fauzi, Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Prof. Dr. Ir. H. Musliar Kasim, M.S, Koordinator Kopertis Wilayah X, Prof. Dr. Damsar, dan jajaran Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand) Padang. Tidak hanya itu, keberadaan Prodi Pendidikan Dokter pada Fakultas Kesehatan & MIPA UMSB, juga telah mendapat dukungan Internasional, salah satunya datang dari Dekan Fakultas Kesehatan (Kulliyah of Medicine) pada International Islamic University (IIU) Malaysia, Prof. Dr. Mohammed Fauzi, Abdul Rani. Kemudian dari Dekan Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Dr. dr. Toha Muhaimin, M.Sc, dr. Adang M. Gugun Sp. OK (Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Prof. Dr. Rahmatina B. Herman, Ph.D AIF (Unand), dr. Fachzi Fitri, Sp.THT-KL, MARS, Prof. dr. EWriaty Darwin, PA(K), Dr. Arina Widya Murni, Sp.PD-K, Psi, dan lainnya. Kasubdit Kelembagaan Dirjen Dikti Kemendikbud RI, Nur Syamsiah, percaya bahwa Muhammadiyah punya kredilitas yang cukup tinggi dalam menyelenggarakan pendidikan tinggi. Muhammadiyah dipercaya sebagai penyelenggara pendidikan kedokteran. Pendidikan kedokteran itu memang hanya urusan akademik, tetapi juga pendidikan profesi.

 

Rencana Gedung Fak. Kedokteran UMSB