info@umsb.ac.id (0751) 482274

Baru Saja Diresmikan Jadi Museum, Berikut Sejarah Rumah Kecil Buya Syafii Maarif

Oleh: Humas UM Sumbar   |   Selasa,20 September 2022 01:39:00
Dibaca: 58 kali

 

HUMAS UM SUMBAR - Wakil Bupati Sijunjung Iraddatillah bersama Rektor Universitas Muhammadiyah (UM) Sumatera Barat, Dr. Riki Saputra, MA resmikan Museum Rumah Kecil tokoh Muhammadiyah Buya Ahmad Syafii Maarif di Jorong Calau, Nagari Sumpur Kudus Selatan, Senin 19 September 2022.

Seperti diketahui, Buya Syafii berasal dari Jorong Calau, yang saat ini masuk dalam wilayah administratif Nagari Sumpur Kudus Selatan. Ia menghabiskan masa kecilnya di rumah tersebut, terutama saat menempuh pendidikan Sekolah Rakyat (SR).

Rumah tersebut merupakan rumah gadang yang berusia cukup tua dibangun pada tahun 1925 dan Syafii kecil tinggal bersama keluarga ayahnya, atau dalam bahasa lokal disebut Bako.

Peresmian rumah diprakarsai oleh UM Sumatera Barat yang saat ini mahasiswanya melaksanakan program pengabdian masyarakat Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Sumpur Kudus.

Iraddatillah mengapresiasi peresmian museum ini. Menurutnya, peresmian ini membuat langkah Pemkab Sijunjung dalam mengusulkan Syafii Maarif sebagai pahlawan nasional menjadi sejalan.

“Ini menjadi spirit bagi kita semua bagaimana perjalanan beliau di mulai dari rumah ini untuk kemudian menjadi guru bangsa,” ungkap Wakil Bupati.

Dia mengatakan, rumah ini akan tetap dipertahankan keasriannya dan bakal diperbaiki dengan mengganti beberapa bagian seperti dinding atau lantai.

Sementara, Rektor UM Sumatera Barat Dr. Riki Saputra, MA mengatakan rumah ini diharapkan bisa menjadi tujuan wisata sejarah seperti Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta. Riki mendorong pemkab Sijunjung agar segera menyiapkan langkah strategis dalam mengusulkan Ahmad Syafii Maarif sebagai pahlawan nasional.

Sejarah Rumah Kecil Syafii Maarif
Mantan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini lahir di Calau pada 1935 silam dari pasangan Ma’rifah Rauf Datuak Rajo Malayu dan Fathiyah. Pada usia 1,5 tahun, ibunya meninggal dunia, sejak saat itu Syafii diasuh oleh adik ayahnya, Bainah. Di rumah yang dibangun pada 1925 inilah Syafii menghabiskan masa kecil hingga ia berusia 13 tahun.

Rumah gadang ini terletak dekat Batang Sumpu dan juga dekat Pasar Calau. Bangunan rumah memiliki bentuk layaknya rumah gadang pada umumnya. Memiliki kandang dan ruang tamu minimalis di bagian anjuangan.

Menurut Yusriati (62) salah bako dari Syafii, di sinilah guru bangsa itu melewatkan masa kecil seperti anak kampung pada umumnya.

“Suatu saat pernah terjadi ternak milik Buya Syafii di dalam kandang diterkam harimau,” ungkapnya.

Kamar Tidur Syafii
Kini, rumah sederhana yang sudah lapuk tersebut masih dihuni oleh keluarga dari pihak ayahnya. Kita masih mendapati beberapa perabotan zaman dahulu seperti tempat tidur, brankas, dan lemari yang digunakan Syafii.

“Terakhir kali, Buya ke sini pada tahun 2002, kita sangat berterimakasih sekali kepada UM Sumatera Barat yang telah menginisiasi peresmian museum,” ujar Yusriati.

(*)

SHARE :

KONTAK

Alamat

Jln. Pasir Kandang No. 4 Koto Tangah, Padang,25172

Email

info@umsb.ac.id

Telp

(0751) 482274