info@umsb.ac.id (0751) 482274

Kisah Nabi Sulaiman Penjarakan Iblis

Oleh: Humas UM Sumbar   |   Senin,17 Oktober 2022 11:39:00
Dibaca: 685 kali

Humas UM Sumatera Barat - Saat terusir dari Surga Iblis berucap dengan nada sumpah untuk menyesatkan anak cucu Adam, sehingga manusia yang tergoda rayuan Iblis akan akan hanyut dalam maksiat kepada Allah. Mungkin pernah terlintas difikiran kita kenapa Allah tidak melenyapkan Iblis agar tidak lagi merayu manusia pada kesesatan. Satu hal yang harus kita pahami bahwa Allah maha tahu atas segala sesuatu.

Nabi Sulaiman diberi kekuasaan yang menakjubkan oleh Allah ta’ala, dengan izin Allah Sulaiman mampu menundukkan Jin, Manusia dan Binatang sehingga mereka patuh terhadap apa-apa yang dia perintahkan.

Terdapat riwayat yang menjelaskan Sulaiman mempekerjakan iblis untuk membawa dan mengimpor batu-batuan, pasir serta bahan bangunan lain untuk mendirikan bangunan-bangunan megah.

Iblis memang tunduk dan patuh terhadap Sulaiman namun mereka tetap teguh pada ucapan yaitu menyesatkan anak cucu adam. Disebutkan dalam sebuah riwayat bahwa Sulaiman memohon kepada Allah agar dirinya diberi kuasa untuk memenjarakan iblis agar manusia tidak lagi melakukan dosa dan maksiat.

Allah yang maha tahu mewahyukan kepada Sulaiman, “Wahai Sulaiman, tidak ada baiknya jika iblis ditangkap”.

Namun Sulaiman memohon seraya berkata, “Ya Allah, keberadaan mahluk terkutuk ini tidak ada kebaikan didalamnya”.

Allah berfirman, “Jika iblis ditangkap maka banyak pekerjaan manusia yang akan ditinggalkan.

Sulaiman kembali memohon “Yaa Allah, aku ingin menangkap mahluk terkutuk ini selama beberapa hari saja.

Allah menjawab, “Bismillah (dengan menyebut nama Nama Allah), tangkaplah iblis”.

Setelah mendapat izin Allah, Nabi Sulaiman menangkap iblis , mengikat dan memenjarakannya agar tidak ada lagi yang menyesatkan manusia.

Fenomena Setelah Iblis Dipenjara
Selain seorang Nabi, Sulaiman juga seorang raja agung dengan wilayah kekuasaan yang sangat luas. Dalam memenuhi kebutuhan rumah tangganya Sulaiman tidak mau menggunakan uang kerajaan.

Beliau memilih menggunakan hasil jerih payahnya sendiri dengan membuat kerajinan tas untuk dijual ke pasar. Padahal menurut riwayat, setiap harinya dapur kerajaan Sulaiman memasak 4000 ekor unta, 5000 ekor sapi dan 6000 ekor kambing. Makanan itu dibagikan kepada masyarakat dan anggota kerajaan.

Dengan wilayah kekuasaan yang sangat luas dan diagungkan oleh rakyat, serta disegani musuh-musuhnya Nabi Sulaiman adalah sosok pemimpin yang sederhana. Dia menolak makam menggunakan uang kerajaan dan memilih makan dari hasil usahanya sendiri dengan menjual tas tas buatannya di pasar.

Suatu pagi, Sulaiman mengutus seseorang pergi kepasar untuk menjual tas buatannya. Sampai dipasar dia kaget karena tidak menemukan seorangpun, kemudian pulang dan memberitahu fenomena ini pada Nabi Sulaiman. Karena tas buatannya tidak terjual, malam itu Nabi Sulaiman tidak makan dan hanya minum air saja.

Keesokan harinya Nabi Sulaiman kembali mengutus seseorang untuk menjual tas-tas buatannya ke pasar. Namun hal yang sama masih didapati, pasar sepi seperti hari sebelumnya. Setelah diselidiki manusia sibuk mempersiapkan bekal menuju akhirat tanpa peduli pada dunia. Manusia lebih banyak mengingat kematian, menangis dan meratap.

Merasa heran pada fenomena tersebut lantas Sulaiman bertanya kepada Allah, ” Yaa Allah, apa yang sebenarnya telah terjadi? Kenapa orang-orang tidak bekerja mencari nafkah?

Allah menjawab, ” Wahai Sulaiman, engkau telah menangkap iblis, sehingga akibatnya manusia tidak bergairah bekerja mencari nafkah. Bukankan sebelumnya telah AKU katakan kepadamu bahwa menangkap iblis tidak mendatangkan kebaikan.

Mendengar jawaban dari Allah, dengan segera Sulaiman melepaskan iblis dari penjara. Hingga keesokan harinya pasar kembali ramai. Orang-orang kembali bersemangat bekerja mencari harta dunia untuk makan dan memenuhi kebutuhannya.

Allah tidak pernah melarang kita untuk mengejar kenikmatan dunia, namun jangan sampai kesibukan dalam urusan dunia dan segala gemerlapnya membuat kita lupa untuk apa kita diciptakan.

SHARE :

KONTAK

Alamat

Jln. Pasir Kandang No. 4 Koto Tangah, Padang,25172

Email

info@umsb.ac.id

Telp

(0751) 482274