Cara Unik KPA Ducula Bicolor Meriahkan Hari Batik Nasional
Humas UM Sumatera Barat - Kelompok Pengamat Aves (KPA) Ducula bicolor Sylva bersama mahasiswa baru Fakultas Kehutanan UM Sumatera Barat menggelar kegiatan pengamatan burung yang unik di sekitar Kampus 1 Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat. Dalam perayaan Hari Batik Nasional, para pengamat burung memutuskan untuk mengenakan pakaian batik sebagai bagian dari partisipasi mereka dalam merayakan warisan budaya Indonesia.
Pengamat burung biasanya mengenakan pakaian gelap untuk menghindari gangguan pada satwa liar dan mempertahankan kenyamanan mereka sendiri. Namun, kali ini, mereka memutuskan untuk berbeda dengan mengenakan pakaian batik sebagai wujud kepedulian terhadap budaya Nusantara dan avifauna, yang merupakan bagian tak terpisahkan dari kekayaan alam dan budaya Indonesia.
Pepi Zulhaidah, salah satu anggota KPA Ducula, mengatakan, "Peduli terhadap satwa dan budaya Nusantara adalah hal yang penting untuk menjaga identitas bangsa kita. Seperti yang pernah dikatakan oleh Mahatma Gandhi, 'Kebesaran suatu bangsa dan kemajuan moralnya dapat dinilai dari cara mereka memperlakukan Hewan. "
Inspirasi untuk kegiatan unik ini datang dari ajakan teman-teman pengamat burung di Burungnesia dan Kupunesia untuk merayakan Hari Batik Nasional, yang telah diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya pada tanggal 2 Oktober 2009.
KPA Ducula berharap bahwa kegiatan sederhana seperti ini dapat membangun hubungan yang lebih baik dengan organisasi serupa dan juga menjalin silaturahmi dengan mahasiswa kehutanan yang berpotensi menjadi anggota KPA Ducula di masa depan. Selain itu, mereka ingin menyebarkan kesadaran tentang kekayaan avifauna dan warisan leluhur Indonesia dengan berbagi cerita melalui media sosial.
Kegiatan pengamatan burung berlangsung di sekitar Kampus 1 UM Sumatera Barat, meskipun cuaca mendung dan kabut asap meliputi daerah tersebut. Para pengamat burung dilengkapi dengan alat pendukung seperti kamera, buku panduan lapangan identifikasi burung, binokuler, dan aplikasi Burungnesia di ponsel mereka untuk membantu identifikasi spesies burung.
Meskipun pengamatan berlangsung selama satu jam dan hanya menghasilkan beberapa temuan burung, KPA Ducula berharap bahwa kegiatan ini akan menjadi langkah awal untuk melakukan pengamatan lebih lanjut di lokasi dan daerah yang berbeda, serta menemukan lebih banyak spesies burung yang menarik dan bervariasi di masa depan.
Berikut adalah beberapa jenis burung yang berhasil mereka temukan:
- Cekakak Sungai (Todiramphus chloris)
- Cekakak Belukar (Halcyon smyrnensis)
- Bondol Peking (Lonchura punctulata)
- Bondol Haji (Lonchura maja)
- Kuntul Kerbau (Bubulcus ibis):
- Bubut Alang-alang (Centropus bengalensis)
- Perenjak Jawa (Prinia familiaris)
- Merbah Cerukcuk (Pycnonotus goiavier)
- Bondol Tunggir-Putih (Lonchura striata)
- Kareo Padi (Amourornis phoenicurus)
- Burung Gereja Erasia (Passer montanus)
Ditulis Oleh : Eko Subrata, S.Hut, M.Hut (Pembina Kelompok Pemerhati Aves Ducula bicolor Sylva UM Sumatera Barat)
Komentar 0
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!
Hubungi Kami
Kami siap membantu Anda. Jangan ragu menghubungi kami melalui informasi berikut.
Alamat
Jln. Pasir Kandang No. 4
Koto Tangah, Padang, 25172