Peran Dokter Hewan Dalam Mewujudkan Konsep One Health di Indonesia
Humas UM Sumatera Barat - Dalam sebuah seminar nasional yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Sumatra Barat pada tanggal 3 Oktober 2023, Drh. Agung Budiyanto MP.Ph.D, Wakil Dekan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada menyoroti peran krusial yang dimainkan oleh dokter hewan dalam mewujudkan konsep One Health di Indonesia.
Perubahan iklim dan degradasi lingkungan yang terjadi dengan cepat telah membawa manusia semakin dekat dengan hewan. Kemampuan mobilitas manusia yang semakin besar juga berarti kita berinteraksi lebih intens dengan hewan di berbagai penjuru dunia. Hewan tidak hanya dipandang sebagai sumber makanan, tetapi juga memiliki peran penting dalam interaksi ekosistem.
One Health, sebuah konsep yang didukung oleh WHO, adalah pendekatan kolaboratif, multisektoral, dan lintas disiplin yang bertujuan untuk mencapai kesehatan optimal dengan mengakui keterkaitan antara kesehatan manusia, hewan, tumbuhan, dan lingkungan. Konsep One Health menekankan pentingnya tindakan lintas sektor dalam mengendalikan risiko kesehatan yang mengancam populasi manusia dan komunitas di seluruh dunia.
Dokter Budiyanto menjelaskan bahwa perkembangan konsep One Health menjadi semakin mendesak karena berbagai ancaman terhadap kesehatan populasi global, termasuk resistensi antibiotik (AMR) dan penyakit zoonosis seperti rabies. Dokter hewan memiliki peran penting dalam membangun konsep One Health dengan menangani masalah seperti AMR, residu antibiotik, penggunaan antibiotik sebagai promotor pertumbuhan, zoonosis, dan ketahanan pangan.
Pendekatan One Health telah diadopsi oleh banyak organisasi dunia seperti WHO, FAO, OIE/WOAH, UNICEF, dan Bank Dunia, serta berbagai organisasi yang bergerak dalam berbagai sektor termasuk kesehatan lingkungan, ilmu sosial, ekologi, keanekaragaman hayati, dan lainnya.
Salah satu contoh konkret yang dibahas adalah penanganan rabies. Dokter hewan memiliki peran penting dalam mendiagnosis, melakukan uji laboratorium, mengendalikan populasi anjing, dan melakukan vaksinasi. Dokter umum juga berperan dalam mendiagnosis kasus manusia yang tergigit oleh hewan yang mungkin terinfeksi rabies.
Masalah resistensi antibiotik juga menjadi sorotan penting dalam konsep One Health. Jika tidak ada tindakan yang efektif, diperkirakan bahwa hingga tahun 2050, akan terjadi rata-rata 100 ribu kematian per tahun karena tidak ada antimikroba yang efektif melawan infeksi mikroba. Statistik kematian yang tinggi telah terjadi di beberapa negara akibat AMR.
Dalam konteks Indonesia, penggunaan antibiotik yang tidak terkontrol pada hewan dan manusia menjadi masalah serius. Oleh karena itu, sektor pertanian dan peternakan perlu memastikan bahwa penggunaan antibiotik pada hewan hanya dilakukan untuk pengobatan yang benar-benar dibutuhkan dan harus diawasi oleh dokter hewan. Vaksinasi rutin dan pengembangan alternatif untuk antibiotik juga menjadi langkah penting.
Dokter Budiyanto menyimpulkan bahwa konsep One Health adalah masalah dunia yang sangat penting dan berpotensi berbahaya jika tidak diterapkan dengan serius dan terkoordinasi. Masalah AMR dan penyakit zoonosis menjadi ancaman serius bagi kesehatan manusia sekarang dan masa depan. Oleh karena itu, dokter hewan memiliki peran yang sangat penting dalam menerapkan konsep One Health. Pentingnya kerjasama antara dokter hewan, dokter umum, farmasi, kesehatan masyarakat, sektor swasta, pemerintah, dan masyarakat dalam mendukung dan melengkapi satu sama lain dalam menerapkan konsep ini tidak boleh diabaikan.
Komentar 0
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!
Hubungi Kami
Kami siap membantu Anda. Jangan ragu menghubungi kami melalui informasi berikut.
Alamat
Jln. Pasir Kandang No. 4
Koto Tangah, Padang, 25172