Seminar Nasional HKBN, Rektor UM Sumbar Bahas Model Pengurangan Resiko Bencana Berbasis PTMA
Rektor Universitas Muhammadiyah Sumbar, Dr. Riki Saputra, M.A saat menjadi narasumber seminar nasional HKBN 2024
Humas UM Sumatera Barat – Digandeng komunitas Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Sumatera Barat, Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UM Sumbar) sukses menjadi tuan rumah seminar nasional dan simulasi bencana peringati Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional tahun 2024.
Kegiatan yang digelar di Convention Hall Prof. Dr. Syafi’I Ma’arif, M.A, Kamis (25/4) itu menghadirkan tokoh-tokoh penting seperti Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy, Deputi Bidang Pencegahan BNPB Dra. Prasinta Dewi, M.A.P, Ketua MDMC PP Muhammadiyah Budi Setiawan, ST, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumbar Dr. Bachtiar, M.Ag, Ketua MDMC Sumbar Portito, S.Pd.I, Sekretaris MDMC Sumbar M. Hafiz Mahendra, dan Ketua Pelaksana HKBN 2024 Randa Meski Oktafina.
Dalam seminar nasional tersebut, Rektor UM Sumbar Dr. Riki Saputra, M.A yang juga menjadi narasumber membahas model pengurangan resiko bencana berbasis perguruan tinggi (PTMA). Menurutnya, Sumbar memiliki pesona alam yang sangat memikat hati, baik alam pantai maupun alam hutannya. Namun kata dia, pesona alam tersebut juga memiliki ancaman yang tidak bisa dianggap remeh, karena wilayah geografis yang kasar dengan memiliki banyak perbukitan bahkan pesisir pantainya yang panjang, suatu saat bisa menimbulkan bencana yang besar. Oleh karena itu dibutuhkan antisipasi dari semua pihak agar bencana yang bisa saja terjadi dapat dihindari atau diperkecil resikonya. Hari Kesiapsiagaan Bencana tahun 2024 lanjutnya, bisa dijadikan sebagai momen mengingatkan satu sama lain bahwa bencana bisa saja terjadi.
Di lain hal, ia juga membahas bahwa Muhammadiyah merupakan organisasi islam besar yang memiliki aum terbesar, salah satunya perguruan tinggi. Perguruan tinggi kata dia, memiliki sumber daya yang relevan dan mendukung dalam pendidikan dan penanggulangan bencana.
Sementara dalam caturdharma perguruan tinggi (PTMA) paparnya, model kebencanaan terbagi atas 4 hal, yakni pendidikan dan pengajaran yang tercantum dalam kurikulum. Misalnya mata kuliah fiqih kebencanaan (AIK IV), kolaboratif akademisi dan praktisi kebencanaan. Kedua penelitian di mana memperkuat kapasitas teknis dan ilmiah untuk mengembangkan dan menerapkan kajian dan model dari kajian perentaan serta dampak bencana geologis, cuaca, air, dll.
Ketiga lanjutnya, pengabdian masyarakat mempelopori inisiatif pelatihan berbasis masyarakat. Dan terakhir nilai-nilai al-islam dan kemuhammadiyahan (AIK), yang mana Minangkabau terdiri dari masyarakat religius ‘adat basandi syarak-syarak basandi kitabullah’(ABS-SBK). Sehingga setiap tingkah laku yang dilakukan selalu sesuai dengan nilai islam. Dan terhadap bencana yang sering terjadi, orang minang harus dengan penuh kesabaran dan tabah. (tia)
Komentar 0
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!
Hubungi Kami
Kami siap membantu Anda. Jangan ragu menghubungi kami melalui informasi berikut.
Alamat
Jln. Pasir Kandang No. 4
Koto Tangah, Padang, 25172