Milad Ke-69, UM Sumatera Barat Gelar Kuliah Umum Integrasi Agama dan Sains Dalam Implementasi Caturdharma
Dokumentasi oleh Sandra Putra, S.Kom
Humas UM Sumatera Barat – Peringati Milad ke-69, Universitas Muhammadiyah (UM) Sumatera Barat menggelar Kuliah Umum, Selasa (19/11). Kuliah umum yang digelar di Convention Hall Prof. Dr. H. Ahmad Syafi’I Ma’arif, M.A, kampus I Padang serta diikuti oleh 3 kampus Padang Panjang, Bukittinggi dan Payakumbuh via zoom ini menghadirkan pemateri yakni Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah DR. KH. Saad Ibrahim, M.A.
Rektor UM Sumatera Barat, Dr. Riki Saputra, M.A dalam sambutannya pada Milad ke-69 kali ini mengingatkan kilas balik sejarah Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat dari awal berdiri pada tahun 1955 di Kota Padang Panjang dengan nama Fakultas Falsafah. Pada tahun 1985, Sekolah Tinggi Muhammadiyah yang ada di Padang Panjang, Bukittinggi dan Payakumbuh bergabung dan berubah nama menjadi Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat.
Di usia ke-69 yang tidak lagi muda beliau mengajak agar tetap optimis melakukan transformasi, perbaikan, evaluasi, perubahan dan pengembangan. Dengan kondisi terkini UM Sumatera Barat yang memiliki SDM 230 orang dosen, terdiri dari 4 orang guru besar, 96 dosen yang bergelar Doktor dan sedang lanjut studi S.3 dan sisanya bergelar S.2 diharapkan melakukan upaya-upaya agar bagaimana UM Sumatera Barat sebagai salah satu lembaga penyelenggara pendidikan tinggi bisa mencetak generasi emas.
Di samping menyambut milad ke-69, beliau juga membahas kuliah umum yang mengangkat topik utama agama dan sains. Yang mana sebut beliau, perguruan tinggi sangat diimpikan untuk memiliki kemajuan, salah satunya integrasi sains dan agama. Oleh karena itu dengan adanya kuliah umum pada milad ke-69 kali ini, kita siap menerima pandangan baru,” tuturnya.
Sementara itu Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah DR. KH. Saad Ibrahim, M.A yang hadir sebagai pemateri pada kesempatan tersebut membahas Integrasi Agama dan Sains dalam Implementasi Caturdharma. Beliau menjelaskan proses lahirnya berbagai disiplin ilmu pertama kali mulai dari ulumul quran, ulumul hadist, ilmu fiqih sebagai dimensi metodologi Islam yang mana di awak tersebut dunia sains belum muncul.
Di samping itu beliau juga menyampaikan pemahaman caturdharma tentang pendidikan dan pengajaran pembentukan karakter berbasis spiritualitas, penelitian dan tanggung jawab moral dalam ilmu pengetahuan, penguatan nilai keagaaman akhlak mulia sebagai fondasi hidup. Kemudian sinergi agama dan pendidikan untuk mencetak akademisi yang berakhlak mulia dan berkontribusi kepada masyarakat. (tia)
Komentar 0
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!
Hubungi Kami
Kami siap membantu Anda. Jangan ragu menghubungi kami melalui informasi berikut.
Alamat
Jln. Pasir Kandang No. 4
Koto Tangah, Padang, 25172