info@umsb.ac.id 0823 8497 0907
WhatsApp
Berita

Hima Akuntansi Fekon UM Sumatera Barat Gelar Diskusi Publik Kupas Strategi Investasi Emas di Era Digital

Oleh: Humas UM Sumbar
Jumat, 20 Juni 2025
10:57:00
Dibaca: 97 kali
Hima Akuntansi Fekon UM Sumatera Barat Gelar Diskusi Publik Kupas Strategi Investasi Emas di Era Digital

Humas UM Sumatera Barat - Hima Akuntansi Fakultas Ekonomi (Fekon) Universitas Muhammadiyah (UM) Sumatera Barat menggelar kuliah umum sekaligus diskusi publik dengan tema yang memikat perhatian khalayak, "Harga Emas Merajalela, Tetap Menjadi Primadona". Acara yang berlangsung pada Kamis (19/6) ini digelar di Convention Hall Prof. Dr. Ahmad Syafi’I Ma’arif, M.A Kampus I Padang dengan menghadirkan narasumber ahli yakni Gold Investment Department Head PT. Bank Syariah Indonesia Tbk, Syahrial, S.Pt, M.Si, CFP dan Ketua Bidang 3 HIPMI Sumbar Muhammad Ichsan, S.H, S.IP.

Tampak hadir pada kesempatan tersebut Wakil Rektor III UM Sumatera Barat, Dr. Ahmad Lahmi, M.A, Dekan Fakultas Ekonomi Immu Puteri, S.E, M.Si, BEM Fakultas Ekonomi, Civitas Akademika UM Sumatera Barat, Ibu-ibu Aisyiyah Cabang Koto Tangah Kota Padang, dan stakeholder terkait lainnya.

Dekan Fakultas Ekonomi, Immu Puteri, S.E, M.Si menyampaikan, harga emas terus menunjukkan tren kenaikan tajam namun tidak menyurutkan masyarakat. Kondisi tersebut dilatarbelakangi 3 hal, yakni nilai intrinsik emas yang stabil sebagai symbol kekayaan, kemudian kepercayaan masyarakat di tengah ketidakstabilan ekonomi serta sejak dulunya emas dipandang sebagai bentuk perlindungan kekayaan.

“Kita tidak bisa menghindari gejolak emas, namun pahami bahwa emas sebagai strategi jangka panjang dalam mengelola asset,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor III UM Sumatera Barat, Dr. Ahmad Lahmi, M.A ketika membuka Diskusi Publik tersebut menyampaikan, apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Fakultas Ekonomi yang telah menginisiasi kegiatan ini, sebagai bentuk nyata dari semangat akademik yang tidak hanya teoritis, tetapi juga responsif terhadap dinamika dunia nyata. Fenomena kenaikan harga emas yang terus meroket tutur beliau, bukan hanya soal angka dan grafik tetapi mencerminkan keresahan, harapan, dan strategi ekonomi masyarakat luas.

Pihaknya berharap mahasiswa UM Sumatera Barat dapat menjadikan momen ini sebagai sarana meningkatkan literasi keuangan, memperluas wawasan, dan mengasah nalar kritis dalam menghadapi tantangan global yang terus bergerak.

Dimoderatori Tesa Depina Amelia, dalam pemaparannya narasumber Gold Investment Department Head PT. Bank Syariah Indonesia Tbk, Syahrial, S.Pt, M.Si, CFP menjelaskan, invenstasi merupakan kegiatan penempatan dana pada satu atau lebih dari satu jenis asset selama periode tertentu, dengan tujuan mendapatkan penghasilan atau peningkatan nilai di masa yang akan datang.

Ada tiga alasan utama mengapa kita harus berinvestasi tuturnya, yakni guna mengatasi inflasi, persiapan pension dan financial freedom. Berdasar riset HSBC sebutnya, 90 persen masyarakat Indonesia tidak siap menghadapi pensiun secara finansial. Untuk itu merdeka secara finansial dengan emas adalah salah satu pilihan tepat.

Beliau juga menjelaskan cara memulai investasi, yakni menentukan tujuannya seperti menikah, rencana pendidikan anak dan beli properti serta pensiun. Kemudian menentukan jangka waktu yang dibutuhkan untuk memulai tujuan, menentukan profil resiko berinvestasi, alokasi investasi seperti konsep portofolio dan tinjauan periodik untuk mengoptimalkan imbal hasil sesuai tujuan yang telah ditetapkan.

Sementara itu Ketua Bidang 3 HIPMI Sumbar Muhammad Ichsan, S.H, S.IP selaku narasumber kedua menjelaskan tren permintaan emas meningkat menjadi 13 ton di kuartal 1 2025, transaksi digital emas tembus Rp 20 Triliun hingga April 2025 dan proyeksi transaksi emas digital bisa capai Rp 70 triliun akhir 2025.

Beliau juga menunjukkan daftar 10 aset dengan kapitalisasi pasar terbesar (April 2025), yakni di peringkat pertama ialah Emas (US$22,4 triliun), lalu posisi kedua yakni Apple (US$3,87 triliun), Nvidia (US$3,63 triliun), Microsoft (US$3,13 triliun), Bitcoin (US$1,87 triliun), Alphabet (Google – US$1,86 Triliun), Amazon (US$1,79 Triliun), Saudi Aramco (US$1,79 triliun), Perak (US$1,70 triliun) dan Meta Platform (US$1,45 triliun).

Lebih lanjut dijelaskannya, emas menjadi asset terpenting karena nilai intrinsiknya stabil, perlindungan terhadap inflasi, asset safe haven, likuiditas tinggi, persediaan terbatas, diakui secara universal, diversifikasi portofolio, dan tidak tergantung pada kinerja pihak ketiga. Alasan utama anak muda memilih emas yakni risiko rendah dan nilainya cenderung stabil, mudak diakses, bisa dibeli digital, melindungi nilai uang dari kenaikan harga barang, investasi jangka panjang dan tren gaya hidup.

Untuk itu beliau memaparkan 7 langkah cerdas strategi anak muda, di antaranya menentukan tujuan dan rencana investasi, memulai dengan modal kecil, gunakan platform digital emas terpercaya, terapkan strategi DCA, pantau perkembangan ekonomi global, hitung biaya dan risiko penyimpanan serta diversifikasi portofolio jangan hanya emas.

Dirinya menyimpulkan, harga emas tetap menjadi primadona di tengah gejolak ekonomi, anak muda semakin mudah berinvestasi emas dengan cara digital dan kunci sukses ialah rencana jelas, platform aman, disiplin dan diversifikasi. Diskusi kemudian dilanjutkan sesi Tanya jawab yang mendapatkan animo tinggi dari para mahasiswa. (tia)

#AHD2025 #LLDIKTIWilayahX #DiktisaintekBerdampak #KampusBerdampak #HumasPTS #AnugerahHumasDiktisaintek

Komentar 0

Tulis Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Hubungi Kami

Kami siap membantu Anda. Jangan ragu menghubungi kami melalui informasi berikut.

Alamat

Jln. Pasir Kandang No. 4
Koto Tangah, Padang, 25172

Telepon

(0751) 482274