UM Sumatera Barat Menjadi Tuan Rumah Pelatihan Dukungan Psikososial bagi Satuan Pendidikan Terdampak Banjir
Humas UM Sumatera Barat — Universitas Muhammadiyah (UM) Sumatera Barat menjadi tuan rumah Pelatihan Dukungan Psikososial bagi guru, tenaga kependidikan, dan siswa satuan pendidikan terdampak bencana banjir di Sumatera Barat. Kegiatan ini berlangsung pada 5–7 Januari 2026 di Convention Hall Prof. Dr. Ahmad Syafii Maarif, M.A., Kampus I UM Sumatera Barat, Padang.
Pelatihan tersebut digelar sebagai respons atas rentetan bencana hidrometeorologi, seperti banjir bandang dan tanah longsor, yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat dalam beberapa waktu terakhir. Program ini bertujuan memperkuat ketahanan mental warga sekolah sekaligus membekali mereka dengan keterampilan dasar mitigasi dan penanganan dampak psikologis pascabencana.
Kegiatan ini dihadiri Wakil Rektor III UM Sumatera Barat Dr. Ahmad Lahmi, M.A., Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Barat Hendri Novigator, S.Psi.I., M.Pd., Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Pusat H. Budi Setiawan, S.T., Ketua MDMC Sumatera Barat Portito, S.Pd.I., serta perwakilan guru dan siswa SMA di Kota Padang.
Wakil Rektor III UM Sumatera Barat, Dr. Ahmad Lahmi, M.A., menegaskan bahwa dampak bencana tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga meninggalkan trauma psikologis yang serius, khususnya bagi anak-anak dan remaja. Oleh karena itu, pemulihan mental menjadi bagian penting dari proses pemulihan pascabencana.
Sebagai bentuk komitmen nyata di sektor pendidikan, UM Sumatera Barat juga menyediakan beasiswa UM Sumatera Barat Peduli Bencana, dengan bebas uang kuliah 100% bagi calon mahasiswa baru yang terdampak bencana di wilayah Sumatera Barat, Aceh, dan Sumatera Utara, dan untuk persyaratannya bisa langsung cek di website pmb.umsb.ac.id.
“Pendidikan tidak boleh terhenti karena bencana. Kami ingin memastikan generasi muda tetap memiliki akses pendidikan dan masa depan yang lebih baik meskipun berada dalam situasi sulit,” ujar Ahmad Lahmi.
Sementara itu, Ketua MDMC Sumatera Barat, Portito, S.Pd.I., menyampaikan bahwa MDMC telah terlibat aktif sejak fase tanggap darurat di sejumlah daerah terdampak, seperti Padang Pariaman, Agam, dan Pesisir Selatan. Selain bantuan logistik dan layanan kesehatan, fokus pendampingan kini diarahkan pada pemulihan psikososial.
Menurutnya, trauma masih menjadi tantangan utama di lapangan, terutama pada anak-anak yang kerap mengalami kecemasan saat hujan turun. Melalui pelatihan ini, diharapkan lahir agen-agen pendamping di lingkungan sekolah yang mampu memberikan psychological first aid bagi para penyintas.
Apresiasi terhadap kegiatan ini disampaikan Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, Yuni Andra, S.KM., M.M. Ia menekankan bahwa pemulihan pendidikan pascabencana harus berjalan seiring antara perbaikan sarana fisik dan pemulihan mental guru serta siswa.
Hal senada disampaikan Wakil Ketua PWM Sumatera Barat, Hendri Novigator, S.Psi.I., M.Pd., yang menilai kolaborasi antara UM Sumatera Barat, MDMC, PWM, dan Dinas Pendidikan penting untuk memperkuat kapasitas guru dalam menangani aspek psikososial penyintas secara lebih aplikatif.
Ketua MDMC Pimpinan Pusat Muhammadiyah, H. Budi Setiawan, S.T., menambahkan bahwa sekolah perlu kembali beraktivitas sesegera mungkin pascabencana sebagai bagian dari upaya mencegah trauma berkepanjangan pada anak-anak di wilayah rawan bencana.
Melalui sinergi antara UM Sumatera Barat, MDMC, dan pemerintah daerah, pelatihan ini diharapkan menjadi momentum penguatan ekosistem pendidikan yang lebih tangguh, responsif, dan siap menghadapi potensi bencana di masa mendatang.
Informasi
KONTAK
Alamat
Jln. Pasir Kandang No. 4 Koto Tangah, Padang,25172
info@umsb.ac.id
Telp
(0751) 482274