Hari BerMuhammadiyah UM Sumatera Barat Hadirkan Dr. Shofwan Karim, Teguhkan Tradisi Musyawarah dan Mufakat
Dokumentasi oleh Sandra Putra, S.Kom
Humas UM Sumatera Barat - Universitas Muhammadiyah (UM) Sumatera Barat kembali menyelenggarakan kegiatan Hari Ber-Muhammadiyah dengan menghadirkan narasumber utama Wakil Ketua Majelis Lingkungan Hidup Pimpinan Pusat Muhammadiyah Periode 2022–2027, Dr. Drs. Shofwan Karim Elhussein, B.A., M.A. Kegiatan yang mengangkat tema "Memperkokoh Tradisi Musyawarah dan Mufakat dalam Ber-Muhammadiyah" tersebut berlangsung di Convention Hall Prof. Dr. Ahmad Syafii Maarif, M.A., Kampus I Padang, Jumat (10/7).
Acara yang dimoderatori langsung oleh Dosen UM Sumatera Barat, Isral Naska, M.A., Ph.D., tersebut turut dihadiri langsung oleh Rektor UM Sumatera Barat Dr. Riki Saputra, M.A, Wakil Rektor I Dedi Satria, S.Si, M.Eng, Ph.D, Wakil Rektor II Puguh Setiawan, S.E, M.M, Wakil Rektor III Dr. Ahmad Lahmi, M.A, Direktur Pasca Sarjana UM Sumatera Barat Dr. Mursal, M.A, Ketua LPIM UM Sumatera Barat Dr. Firdaus, M.H.I, para Dekan dan Kaprodi, Dosen, Tendik, Mahasiswa dan sejumlah stakeholder lainnya.
Ketua Lembaga Pengkajian Islam dan Kemuhammadiyahan (LPIM) UM Sumatera Barat, Dr. Firdaus, M.H.I., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kehadiran Dr. Shofwan Karim merupakan kesempatan berharga bagi sivitas akademika untuk memperdalam pemahaman mengenai nilai-nilai dasar Muhammadiyah dari sosok yang telah lama berkiprah dalam kepemimpinan Persyarikatan. Ia berharap materi yang disampaikan dapat memperkuat wawasan ideologis sekaligus menjadi pedoman dalam mengamalkan nilai-nilai Islam Berkemajuan di lingkungan kampus.
Pada kesempatan yang sama Rektor UM Sumatera Barat, Dr. Riki Saputra, M.A., menjelaskan, program Hari Ber-Muhammadiyah menjadi agenda strategis universitas dalam memperkuat pembinaan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan pemahaman secara spiritual, tetapi juga membangun kecerdasan sosial dan intelektual sivitas akademika. Ia menegaskan bahwa tema musyawarah dan mufakat sangat relevan dengan kehidupan kampus karena mengajarkan pentingnya kebersamaan, penghargaan terhadap perbedaan pendapat, serta pengambilan keputusan secara arif demi kemajuan organisasi dan umat.

Sementara itu Dr. Drs. Shofwan Karim Elhussein, B.A., M.A. dalam pemaparannya menegaskan bahwa musyawarah dan mufakat merupakan fondasi utama dalam kehidupan organisasi Muhammadiyah. Nilai tersebut tidak sekadar menjadi mekanisme pengambilan keputusan, tetapi juga merupakan ajaran syariat yang bersumber dari Al-Qur'an dan Sunnah. Menurutnya, tradisi bermusyawarah mampu melahirkan kepemimpinan yang adil, menghindarkan dominasi kelompok tertentu, serta memperkuat persatuan dalam mencapai tujuan bersama.
Ia menjelaskan bahwa prinsip musyawarah memiliki landasan normatif yang kuat, di antaranya firman Allah dalam Surah Ali Imran ayat 159 dan Surah Asy-Syura ayat 38 yang memerintahkan penyelesaian urusan melalui musyawarah. Selain itu, hadis Nabi juga menegaskan bahwa orang yang bermusyawarah tidak akan merugi. Nilai-nilai tersebut menjadi etika kepemimpinan Islam yang mengedepankan kebijaksanaan, kelembutan hati, serta tanggung jawab kolektif.
Lebih lanjut, Dr. Shofwan menguraikan bahwa filosofi musyawarah dalam Muhammadiyah dibangun atas dasar kejujuran, amanah, persamaan kedudukan, dan tanggung jawab bersama. Mufakat, menurutnya, bukan lahir dari dominasi suara terbanyak semata, melainkan dari kesediaan seluruh peserta untuk mencari titik temu terbaik. Karena itu, kepemimpinan Muhammadiyah menuntut karakter siddiq, amanah, tabligh, dan fathanah sebagai landasan moral dalam menjalankan amanah organisasi.
Pada kesempatan tersebut, ia juga memaparkan sistem pemilihan pemimpin di Muhammadiyah yang dilaksanakan melalui forum permusyawaratan secara kolektif-kolegial. Proses pemilihan dilakukan dengan sistem formatur yang mengedepankan integritas, komitmen ideologis, loyalitas, serta akhlak calon pemimpin. Menurutnya, penerapan teknologi seperti e-voting menjadi bagian dari upaya Muhammadiyah beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar organisasi.
Selain membahas kepemimpinan, Dr. Shofwan menjelaskan bahwa manajemen Muhammadiyah merupakan sistem organisasi yang tersusun mulai dari tingkat pusat, wilayah, daerah, cabang hingga ranting. Tata kelola tersebut memadukan profesionalisme, partisipasi, administrasi yang tertib, serta semangat dakwah berkemajuan. Dengan manajemen yang kuat dan budaya musyawarah yang terpelihara, Muhammadiyah dinilai mampu terus berkembang sebagai gerakan Islam yang modern dan berkemajuan.
Sesi diskusi berlangsung hangat dan interaktif. Dosen maupun mahasiswa memanfaatkan kesempatan untuk mengajukan berbagai pertanyaan seputar implementasi musyawarah dalam kepemimpinan organisasi, tantangan menjaga budaya kolektif di era digital, hingga strategi Muhammadiyah menghadapi dinamika sosial masyarakat. Seluruh pertanyaan dijawab secara lugas oleh narasumber dengan disertai pengalaman praktis selama berkecimpung di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah.

Sebagai penutup, panitia menggelar Quiz Hari Ber-Muhammadiyah yang disambut antusias oleh para peserta. Pemenang memperoleh berbagai doorprize yang telah disiapkan panitia, sementara Dr. Shofwan Karim turut membagikan sejumlah buku karya tulisnya kepada peserta sebagai bentuk apresiasi sekaligus dorongan untuk terus meningkatkan budaya literasi. (tia)
Komentar 0
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!
Hubungi Kami
Kami siap membantu Anda. Jangan ragu menghubungi kami melalui informasi berikut.
Alamat
Jln. Pasir Kandang No. 4
Koto Tangah, Padang, 25172