Sri Rahayu Ningsih, Alumni UM Sumatera Barat Ciptakan Dodol Sirsak Angkat Potensi Lokal Pessel
Humas UM Sumatera Barat – Semangat berinovasi tidak berhenti setelah menyelesaikan pendidikan di bangku kuliah. Hal itu dibuktikan oleh Sri Rahayu Ningsih, S.H., alumni Program Studi Hukum Keluarga Universitas Muhammadiyah (UM) Sumatera Barat lulusan 2022, yang berhasil mengembangkan inovasi kuliner berbasis potensi lokal melalui produk Dodol Sirsak Ranah Minang. Inovasi tersebut menjadi upaya meningkatkan nilai tambah buah sirsak yang melimpah di Kabupaten Pesisir Selatan sekaligus menjadi oleh-oleh khas bernilai ekonomi tinggi.
Saat ini, perempuan yang akrab disapa Nining tersebut menjalani peran sebagai ibu dari satu anak sekaligus melanjutkan studi Magister di Universitas Islam Negeri (UIN) Syech Muhammad Djamil Djambek Bukittinggi. Di tengah kesibukannya sebagai ibu rumah tangga, ia tetap berkomitmen mengembangkan usaha yang memanfaatkan kekayaan pangan lokal menjadi produk bernilai jual.
Nining menceritakan, ide menciptakan Dodol Sirsak Ranah Minang bermula saat dirinya pulang ke kampung halaman di Pesisir Selatan. Ketika itu, pohon-pohon sirsak di sekitar rumah sedang memasuki masa panen sehingga menghasilkan buah dalam jumlah melimpah. Kondisi tersebut membuatnya berpikir bagaimana buah tersebut dapat dimanfaatkan agar tidak terbuang percuma.
"Awalnya saya bingung karena buah sirsak di rumah sangat banyak. Kalau hanya dikonsumsi begitu saja tentu akan bosan, sedangkan kalau dibiarkan akan terbuang. Saat berbincang dengan papa, beliau menyarankan untuk mencoba membuat dodol sirsak. Beliau mengatakan bahwa masyarakat Garut sudah lama mengembangkan berbagai jenis dodol dari aneka bahan pangan," ungkapnya.
Saran tersebut mengingatkannya pada pengalaman semasa tinggal di Bumiayu, Jawa Tengah. Di sana, ia pernah melihat bahkan ikut membuat dodol bersama keluarga. Menurutnya, masyarakat Sunda telah lama dikenal kreatif mengolah berbagai komoditas, mulai dari labu kuning, durian, sirsak, hingga ketan menjadi dodol. Di Sumatera Barat sendiri, ia juga melihat keberhasilan masyarakat Pasaman mengolah buah salak menjadi dodol, sehingga semakin optimistis bahwa buah sirsak memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi produk unggulan.
Bekal pengetahuan di bidang pertanian yang pernah dipelajarinya dulu ketika pernah berkuliah di Universitas Andalas turut memperkuat keyakinannya dalam mengembangkan usaha tersebut. Ia menilai, ketersediaan bahan baku yang melimpah menjadi potensi besar untuk diolah menjadi produk khas daerah yang memiliki daya saing tinggi di pasaran.
"Saya ingin mengemas produk ini secara rapi dan bernilai ekonomi tinggi, layaknya oleh-oleh yang sudah populer di berbagai daerah. Dengan harapan, Dodol Sirsak Ranah Minang dapat menjadi referensi buah tangan khas dari Pesisir Selatan sekaligus memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat luas," tuturnya.
Usaha Dodol Sirsak Ranah Minang tersebut mulai dirintis Nining pada tahun 2026 di Desa Pandarahan, Kenagarian Pasia Pelangai, Kecamatan Ranah Pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan. Produk tersebut dibuat menggunakan 100 persen daging buah sirsak asli yang dipadukan dengan santan segar, gula, dan tepung ketan berkualitas. Proses pembuatannya dilakukan secara tradisional dengan teknik pengadukan perlahan untuk menghasilkan tekstur yang kenyal, lembut, serta cita rasa sirsak yang tetap autentik tanpa tambahan pewarna buatan.
Untuk memenuhi kebutuhan berbagai kalangan konsumen, Nining menghadirkan dua pilihan kemasan, yakni kemasan saset yang praktis untuk dinikmati sehari-hari serta kemasan kotak premium yang dirancang khusus sebagai buah tangan khas Sumatera Barat. Tampilan kemasannya pun dibuat lebih eksklusif dengan sentuhan ornamen Rumah Gadang bernuansa hijau, krem, dan emas sebagai identitas budaya Minangkabau.
Dalam pengembangannya, Dodol Sirsak Ranah Minang ditargetkan dapat dipasarkan di berbagai destinasi wisata, pusat oleh-oleh, hingga kegiatan budaya di Sumatera Barat. Selain penjualan secara langsung, pemanfaatan media digital juga menjadi strategi untuk memperluas jangkauan pemasaran ke tingkat regional maupun nasional.
"Saya berharap produk ini tidak hanya menjadi makanan ringan, tetapi juga menjadi media silaturahmi dan edukasi. Dengan masa simpan yang cukup lama, dodol sirsak memiliki peluang besar untuk diperkenalkan kepada masyarakat luas, baik melalui kegiatan akademik maupun promosi di berbagai event," ujarnya.
Melalui inovasi tersebut, Nining berharap Dodol Sirsak Ranah Minang mampu tumbuh sebagai salah satu produk unggulan Pesisir Selatan yang tidak hanya mengangkat potensi buah lokal, tetapi juga mendorong pemberdayaan masyarakat dan pengembangan UMKM berbasis pangan. Kiprah alumnus UM Sumatera Barat tersebut menjadi inspirasi bahwa kreativitas, keberanian membaca peluang, dan kepedulian terhadap potensi daerah mampu melahirkan inovasi yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus memperkenalkan kekayaan kuliner Ranah Minang kepada masyarakat lebih luas. (tia)
Komentar 0
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!
Hubungi Kami
Kami siap membantu Anda. Jangan ragu menghubungi kami melalui informasi berikut.
Alamat
Jln. Pasir Kandang No. 4
Koto Tangah, Padang, 25172