info@umsb.ac.id 0823 8497 0907
WhatsApp
Berita

LGBT Kian Terbuka, Bagaimana Islam Menyikapinya?

Oleh: Humas UM Sumbar
Jumat, 31 Juli 2026
09:25:00
Dibaca: 27 kali
LGBT Kian Terbuka, Bagaimana Islam Menyikapinya?

Oleh : Dr. Firdaus, M.H.I (Dosen Pascasarjana Hukum Keluarga UM Sumatera Barat)

Fenomena LGBT dalam beberapa tahun terakhir menjadi perhatian berbagai kalangan, mulai dari pemerintah, tokoh agama, hingga masyarakat. Kementerian Agama secara umum menegaskan pentingnya menjaga nilai-nilai agama, moral, dan ketahanan keluarga sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat. Upaya yang dilakukan lebih diarahkan pada pembinaan, edukasi, serta penguatan karakter keagamaan sebagai langkah preventif terhadap perilaku yang dipandang tidak sesuai dengan ajaran agama.

Dalam perspektif Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui kajian Majelis Tarjih dan Tajdid, hubungan seksual yang dibenarkan dalam Islam hanya berlangsung antara laki-laki dan perempuan yang terikat dalam pernikahan yang sah. Pandangan tersebut berlandaskan Al-Qur'an dan Sunnah sebagai sumber utama ajaran Islam.

Salah satu dasar yang dijadikan rujukan ialah Surah Al-Mu'minun ayat 5–7, yang menjelaskan pentingnya menjaga kehormatan diri, serta kisah kaum Nabi Luth yang menggambarkan larangan hubungan sesama jenis. Berdasarkan landasan tersebut, praktik homoseksual dipandang sebagai perbuatan yang tidak sejalan dengan tuntunan syariat Islam.

Di sisi lain, realitas menunjukkan bahwa fenomena LGBT dapat dijumpai di berbagai lapisan masyarakat. Pelakunya tidak hanya berasal dari kalangan tertentu, tetapi juga dapat berasal dari individu yang dikenal memiliki pendidikan tinggi, reputasi yang baik, bahkan pemahaman agama yang memadai. Kondisi ini menjadi pengingat bahwa setiap manusia memiliki potensi menghadapi berbagai bentuk ujian dan godaan dalam kehidupannya.

Oleh karena itu, tidak tepat menilai tingkat ketakwaan seseorang hanya berdasarkan jabatan, profesi, latar belakang pendidikan, maupun penampilan lahiriahnya. Dalam Islam, ketakwaan merupakan urusan antara manusia dengan Allah SWT yang tidak dapat diukur hanya dari aspek yang tampak di hadapan manusia.

Sikap yang diajarkan Islam adalah tetap berpegang teguh pada Al-Qur'an dan Sunnah, sekaligus mengedepankan dakwah yang penuh hikmah, nasihat yang baik, serta pendampingan dengan kasih sayang. Menolak suatu perbuatan yang dipandang bertentangan dengan syariat tidak berarti menghilangkan penghormatan terhadap martabat setiap manusia. Karena itu, pembinaan, penguatan akidah, pendidikan dalam keluarga, serta terciptanya lingkungan sosial yang sehat menjadi ikhtiar penting untuk menjaga masyarakat sekaligus memberikan ruang bagi setiap individu yang ingin memperbaiki diri.

 

Komentar 0

Tulis Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Hubungi Kami

Kami siap membantu Anda. Jangan ragu menghubungi kami melalui informasi berikut.

Alamat

Jln. Pasir Kandang No. 4
Koto Tangah, Padang, 25172

Telepon

(0751) 482274