info@umsb.ac.id 0823 8497 0907
WhatsApp
Berita

UM Sumatera Barat Jadi Tuan Rumah Bimtek Program Aksara Mahasiswa Berdampak 2026

Oleh: Humas UM Sumbar
Rabu, 19 Agustus 2026
11:21:00
Dibaca: 98 kali
UM Sumatera Barat Jadi Tuan Rumah Bimtek Program Aksara Mahasiswa Berdampak 2026

Pemukulan tambua tanda dibukanya Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Penyusunan Proposal Mahasiswa Berdampak melalui Program Aksara Mahasiswa (Aksi Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa) Tahun 2026. Dokumentasi oleh Sandra Putra, S.Kom

Humas UM Sumatera Barat – Universitas Muhammadiyah (UM) Sumatera Barat menjadi tuan rumah Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Penyusunan Proposal Mahasiswa Berdampak melalui Program Aksara Mahasiswa (Aksi Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa) Tahun 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Convention Hall Prof. Dr. Ahmad Syafii Maarif, M.A, Kampus I Padang, Rabu (19/8).

Wakil Rektor I UM Sumatera Barat, Dedi Satria, S.Si, M.Eng, Ph.D dalam sambutannya mengatakan, program Aksara merupakan program baru Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi yang dirancang untuk mendorong mahasiswa terlibat dalam proses pembelajaran sekaligus pemberdayaan masyarakat.

Lebih lanjut dijelaskannya, melalui program tersebut mahasiswa diharapkan mampu mengidentifikasi persoalan yang dihadapi masyarakat, menyusun solusi berbasis pengetahuan dan inovasi, serta mengimplementasikan program yang memiliki keberlanjutan dan manfaat bagi masyarakat sasaran. “Bimtek ini diharapkan tidak hanya tentang menulis proposal, namun juga dapat memperluas ruang belajar mahasiswa terjun ke masyarakat dan meningkatkan cara berpikir kritis mahasiswa,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala LLDIKTI Wilayah X diwakili Jerry Citra, S.Kom menyampaikan, program Aksara membawa satu semangat sangat penting dalam perkembangan pendidikan saat ini, bahwa pendidikan tinggi tidak hanya berbicara tentang apa yang diajarkan di ruang kelas, tidak hanya seberapa banyak penelitian di lingkungan kampus dan inovasi yang tercipta. Lebih jauh dari itu perguruan tinggi dituntut mampu menjawab pertanyaan seberapa besar manfaat kehadiran perguruan tinggi menghadirkan ruang bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari persoalan nyata masyarakat.

“Mahasiswa tidak hanya menjadi penerima pengetahuan, tapi didorong menggunakan pengetahuan itu dalam kehidupan nyata. Mereka belajar melihat persoalan, belajar dengan masyarakat, belajar bekerjasama dengan orang lain, belajar menerapkan ilmu pengetahuan dan yang paling penting ilmu yang mereka peroleh di perguruan tinggi memiliki nilai ketika mampu memberi manfaat bagi sesame,” paparnya.

Sementara itu Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan, Dr. Mohamad Fauzan Adziman, S.T, M.Eng menyoroti konteks kebencanaan yang terjadi di beberapa daerah belakangan ini seperti banjir pada 3 Agustus lalu yang setidaknya melanda 15 titik di Kota Padang, kemudian beberapa hari terakhir juga terjadi gempa di Simalungun Sumatera Utara dan Flores NTT. “Kami hari demi hari juga melakukan koordinasi apa yang bisa kita lakukan untuk mengurangi beban masyarakat,” tuturnya

Lebih lanjut dikatakannya, berbagai peristiwa tersebut mengingatkan agar dampak bencana tidak berhenti ketika air surut atau guncangan berhenti. Namun ada proses pemulihan yang harus dijalani, ada mata pencarianyang perlu dibangun kembali dan ketangguhan masyarakat yang harus diperbuat. “Di sinilah perguruan tinggi memiliki ruang nyata untuk mengambil peran. Kita memiliki ilmu pengetahuan, hasil teknologi, kepakaran dosen serta mahasiswa dengan energy dan kepedulian besar hadir bekerja bersama masyarakat,” ungkapnya.

Sementara Ketua Tim Kerja Pengabdian Kepada Masyarkat Luthfi Ilham Ramdani, S.Sos menyampaikan, menjadi mahasiswa dengan segala energinya, kepekaan dan segala keinginannya untuk belajar bisa menjadi ruang belajar kepemimpinan, kepedulian dan bagaimana mengimplementasikan apa yang dipelajari di kampus untuk dibawa ke masyarakat, mengimplementasikan hasil riset menjadi sebuah jawaban dari permasalahan yang ada di masyarakat.

Aksara mahasiswa paparnya, hadir dengan dua skema, yakni aksara peduli, bagaimana mahasiswa dapat bergerak untuk skala prioritas baik di bidang pangan, energi, kesehatan. Kemudian aksara sirkular, mahasiswa fokus di dalam penanganan sampah dari mulai pemilahan, edukasi, penerapan teknologi, penguatan lembaga serta bagaimana mencapai ekonomi sirkular melalui sampah.

Acara tersebut dibuka ditandai dengan pemukulan tambua oleh Ketua Tim Kerja Pengabdian Kepada Masyarakat, Lutfi Ilham Ramdani, S.Sos bersama Wakil Rektor I UM Sumatera Barat Dedi Satria, S.Si, M.Eng, Ph.D, Kepala LLDIKTI Wilayah X diwakili Jerry Citra, S.Kom, Tenaga Ahli Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Fidela Marwa Huwaida, S.T, Prof. Dr. med. vet. drh. R. Wisnu Nurcahyo, Prof Yohana Sutiknyawati. Acara dilanjutkan dengan coaching clinic dan pembahasan tuntas program Aksara. (tia)

 

Komentar 0

Tulis Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Hubungi Kami

Kami siap membantu Anda. Jangan ragu menghubungi kami melalui informasi berikut.

Alamat

Jln. Pasir Kandang No. 4
Koto Tangah, Padang, 25172

Telepon

(0751) 482274