info@umsb.ac.id 0823 8497 0907
WhatsApp
Berita

Cegah Kekerasan Terhadap Anak, Dosen UM Sumatera Barat Laksanakan Pelatihan dan Monev Internal PKM Guru PAI Pasaman

Oleh: Humas UM Sumbar
Selasa, 25 Agustus 2026
08:32:00
Dibaca: 119 kali
Cegah Kekerasan Terhadap Anak, Dosen UM Sumatera Barat Laksanakan Pelatihan dan Monev Internal PKM Guru PAI Pasaman

Humas UM Sumatera Barat – Dosen Universitas Muhammadiyah (UM) Sumatera Barat melaksanakan Pelatihan dan Monitoring serta Evaluasi (Monev) Internal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bagi Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Pasaman dalam upaya memperkuat pemahaman dan pencegahan kekerasan terhadap anak. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman, Selasa (25/8). Tampak hadir pada kesempatan tersebut Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Pasaman, Furkan, S.KM., M.Kes., serta Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Pasaman, Ishak, S.Pd., M.Pd.

Kegiatan yang dipimpin oleh Dr. Rahmi, M.A. selaku ketua tim, bersama anggota tim Dr. Julhadi dan Dr. Surya Afdal tersebut menjadi bagian dari komitmen sivitas akademika UM Sumatera Barat dalam mendorong penguatan kapasitas guru PAI agar mampu berperan aktif dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, ramah, dan melindungi hak-hak anak. Dengan turut melibatkan asesor, yakni Dr. Wedi Nasrul, M.Si. dan Dr. Zulmardi, M.Si.

Dalam pelatihan, peserta mendapatkan pemahaman mengenai konsep kekerasan terhadap anak, termasuk bentuk-bentuk kekerasan fisik, emosional, verbal, seksual, serta penelantaran. Ketua Tim, Dr. Rahmi mengatakan, Anak dipandang sebagai kelompok yang rentan dan membutuhkan perhatian serta perlindungan khusus karena masih berada dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan. “Karena itu, kekerasan terhadap anak tidak hanya dipahami sebagai tindakan yang menimbulkan luka secara fisik, tetapi juga mencakup perlakuan yang dapat menimbulkan penderitaan psikis, merusak martabat, mengganggu kesehatan, serta menghambat tumbuh kembang anak,” tuturnya.

Di samping itu pada kesempatan tersebut tim juga membahas pendekatan pencegahan kekerasan terhadap anak melalui pendekatan pre-emtif, preventif, dan represif. Pendekatan pre-emtif diarahkan pada pembentukan nilai dan norma positif untuk mencegah munculnya niat melakukan kekerasan, sedangkan pendekatan preventif berfokus pada upaya mengurangi kesempatan terjadinya kekerasan. Adapun pendekatan represif dilakukan setelah terjadi tindak kekerasan melalui penanganan dan penegakan hukum terhadap pelaku. Selain itu, peserta dibekali pemahaman mengenai bentuk kekerasan seksual, faktor penyebab, serta berbagai tanda yang dapat diamati pada anak, baik melalui perubahan perilaku, kondisi kognitif, sosial-emosional, maupun tanda-tanda fisik.

Melalui kegiatan tersebut, guru PAI diharapkan memiliki kemampuan mengenali potensi dan indikasi kekerasan terhadap anak sekaligus mengambil langkah pencegahan secara tepat. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui pendidikan perlindungan diri sejak dini, penguatan pendidikan karakter dan gender, pengenalan batasan tubuh pribadi, kampanye anti kekerasan, penguatan peran keluarga dan komunitas, serta kolaborasi dengan tenaga kesehatan dan lembaga terkait. Pelaksanaan pelatihan dan Monev Internal PKM tersebut sekaligus menegaskan kontribusi UM Sumatera Barat dalam menghadirkan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat yang relevan dengan persoalan sosial di lingkungan pendidikan. (tia)

Komentar 0

Tulis Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Hubungi Kami

Kami siap membantu Anda. Jangan ragu menghubungi kami melalui informasi berikut.

Alamat

Jln. Pasir Kandang No. 4
Koto Tangah, Padang, 25172

Telepon

(0751) 482274