Dosen Pariwisata UM Sumatera Barat Eddi Novra Terbitkan Buku Best Tour Guide
Humas UM Sumatera Barat – Dosen Fakultas Pariwisata Universitas Muhammadiyah (UM) Sumatera Barat, Eddi Novra, S.ST. Par, M.Par menerbitkan buku berjudul Best Tour Guide yang mengangkat kepemanduan wisata dari perspektif akademik sekaligus pengalaman praktis di lapangan. Buku tersebut diterbitkan oleh Lingkar Edukasi Indonesia dan hadir sebagai salah satu referensi bagi mahasiswa, dosen, peneliti, praktisi serta pemangku kepentingan yang berkecimpung dalam bidang pariwisata, khususnya kepemanduan wisata (tour guiding).
Buku setebal 159 halaman tersebut diterbitkan pada Oktober 2025 dengan ISBN 978-634-7420-35-0. Melalui buku ini, Eddi Novra memadukan landasan teori, regulasi serta pengalaman praktis dalam kepemanduan wisata yang diperoleh selama lebih dari tiga dekade. Kehadiran Best Tour Guide diharapkannya dapat memperkaya literatur pariwisata Indonesia sekaligus menjadi bahan pembelajaran yang relevan bagi pengembangan kompetensi calon dan profesional pemandu wisata.
Dalam kata pengantarnya, ia menjelaskan, kepemanduan wisata memiliki posisi strategis dalam sistem kepariwisataan. Profesi tersebut tidak hanya berkaitan dengan keterampilan teknis dalam mendampingi wisatawan, tetapi juga mencakup kemampuan komunikasi, interpretasi, manajemen perjalanan, serta pemahaman terhadap aspek sosial dan budaya. Perspektif tersebut menjadi dasar dalam penyusunan buku yang membahas kepemanduan wisata secara lebih komprehensif.
“Best Tour Guide terdiri atas 14 bab membahas berbagai aspek kepemanduan wisata, mulai dari konsep dasar pariwisata dan tour guiding, kompetensi serta kode etik profesi, hingga peran pemandu wisata dalam mendukung pariwisata berkelanjutan. Buku ini juga mengulas tantangan dan prospek profesi pemandu wisata di era digital serta memberikan panduan teknis dalam memberikan pelayanan kepada wisatawan,” ungkapnya.
Selain pembahasan konseptual, buku tersebut lanjutnya juga dilengkapi materi praktis yang dapat diterapkan dalam kegiatan kepemanduan. Beberapa di antaranya adalah sepuluh kiat menjadi pemandu wisata yang baik, prosedur check-in di bandara, serta contoh percakapan check-in hotel dalam pelayanan kepada wisatawan mancanegara. Bagian akhir buku turut memuat kesimpulan dan rekomendasi strategis yang ditujukan kepada pemerintah, organisasi profesi, akademisi, pelaku industri, komunitas pariwisata, dan pemandu wisata.
Kekuatan buku tersebut juga didukung pengalaman panjang Eddi Novra sebagai praktisi kepemanduan wisata. Ia mengawali karier sebagai pemandu wisata pada 1986, memperoleh status Pemandu Madya pada 1989 dan diangkat sebagai Tour Leader Nasional pada 1990. Dalam perjalanan profesionalnya, ia pernah bertugas pada sejumlah biro perjalanan wisata nasional maupun internasional dan terlibat dalam perjalanan wisata ke berbagai negara di Eropa dan Amerika Latin.
Pengalaman tersebut juga mempertemukannya dengan rumah produksi internasional Eyeworks Production House dari Belanda dan Eyeworks Quatro Cabezas Spain. Eddi juga pernah bertugas sebagai Tour Leader bagi sejumlah operator perjalanan internasional, di antaranya Explore UK, Eldertreks Toronto, Club Adventure Canada, dan Djoser Belanda. Sejak 2019, ia menjadi dosen tetap pada Program Studi Usaha Perjalanan Wisata, Fakultas Pariwisata UM Sumatera Barat, sekaligus aktif dalam berbagai organisasi profesi pariwisata.
Di antaranya, Eddi pernah dan sedang berkiprah sebagai Ketua DPC Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kota Bukittinggi, Ketua DPD HPI Sumatera Barat, pengurus Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Sumatera Barat, pengurus Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Sumatera Barat, serta pengurus Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI). Best Tour Guide menjadi karya tunggal keduanya setelah sebelumnya menerbitkan buku Teh Talua sebagai Daya Tarik Sumatera Barat.
Kehadiran buku tersebut mendapat apresiasi dari sejumlah tokoh pariwisata. Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat, Drs. Luhur Budianda SY, M.Si., menilai penerbitan buku ini sebagai langkah maju dalam meningkatkan kualitas layanan wisata di Indonesia, khususnya Sumatera Barat. Sementara itu, Ketua Umum DPP Himpunan Pramuwisata Indonesia periode 2011–2016, Erwan Maulana, memandang buku tersebut sebagai panduan yang merangkum semangat dan profesi pramuwisata serta relevan bagi pramuwisata, mahasiswa, praktisi pariwisata, dan masyarakat umum.
Apresiasi serupa disampaikan Sekretaris Jenderal Badan Pimpinan Pusat Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Ir. H. Maulana Yusran, MBA., M.Sc., yang menyebut Best Tour Guide sebagai rujukan penting dan komprehensif untuk meningkatkan kompetensi profesional pemandu wisata. Ketua Umum DPP ASPPI, Agus Pahlevi, S.St.Par., M.MPar., juga menilai buku tersebut memiliki kekuatan karena tidak hanya menyajikan teori, tetapi lahir dari pengalaman nyata seorang pramuwisata senior dalam menjalankan profesinya di berbagai destinasi.
Dari sisi akademik, Best Tour Guide memadukan teori kepariwisataan dengan regulasi, termasuk Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bidang pemandu wisata. Pada bagian penutup, buku tersebut merumuskan rekomendasi strategis bagi pemerintah dan pembuat kebijakan, organisasi profesi seperti HPI, akademisi dan institusi pendidikan tinggi pariwisata, pemandu wisata secara individu, serta pelaku industri dan komunitas pariwisata. Melalui karya tersebut, Eddi Novra turut memberikan kontribusi dalam memperkuat profesionalisme, kompetensi dan daya saing pemandu wisata Indonesia di tingkat global. (tia)
Komentar 0
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!
Hubungi Kami
Kami siap membantu Anda. Jangan ragu menghubungi kami melalui informasi berikut.
Alamat
Jln. Pasir Kandang No. 4
Koto Tangah, Padang, 25172