Dosen Kehutanan UM Sumatera Barat Dr. Hernawati Dorong Eksplorasi Nepenthes di Danau Lauik Tingga
Humas UM Sumatera Barat - Dosen Fakultas Kehutanan Universitas Muhammadiyah (UM) Sumatera Barat, Dr. Hernawati, S.Si., M.Si., memberikan pembekalan kepada 15 anggota Mahasiswa Pencinta Alam dan Lingkungan Hidup (MPALH) Universitas Negeri Padang (UNP) dalam pelatihan manajemen eksplorasi Nepenthes. Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu (12/9) tersebut berlangsung di Ruang Sidang Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) UNP sebagai persiapan menghadapi kegiatan Nature’s Legacy Expedition (NTL) di kawasan Danau Lauik Tingga, Pasaman Barat.
Dalam kegiatan tersebut, Dr. Hernawati yang dikenal sebagai peneliti Nepenthes Sumatra memberikan materi terkait taksonomi dan ekologi tumbuhan kantong semar. Pembekalan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam melakukan identifikasi spesies secara tepat serta memahami karakteristik habitat Nepenthes di alam. Ke-15 peserta yang dipersiapkan sebagai tim inti diharapkan mampu menerapkan pengetahuan ilmiah tersebut selama pelaksanaan ekspedisi.
Selain identifikasi, peserta juga dibekali metode penghimpunan baseline data populasi Nepenthes dari habitat alaminya. Menurut Dr. Hernawati, pengumpulan data secara sistematis menjadi bagian penting dalam kegiatan eksplorasi karena hasil pengamatan lapangan dapat menjadi sumber informasi ilmiah mengenai keberadaan dan kondisi populasi tumbuhan di suatu kawasan.
Dr. Hernawati menjelaskan, kawasan Danau Lauik Tingga memiliki karakteristik alam yang menarik karena berada di kawasan hutan alami dengan elevasi sekitar 1.600–1.900 meter di atas permukaan laut. Kawasan tersebut merupakan danau vulkanik yang berada di sisa kaldera purba Gunung Malintang. Kondisi geografis dan ekosistem kawasan menjadi salah satu pertimbangan penting dalam pelaksanaan eksplorasi Nepenthes di wilayah tersebut.
Eksplorasi itu katanya, akan menyasar dua kawasan puncak, yakni Gunung Malintang dan Gunung Bandera. “Eksplorasi khusus Nepenthes di kawasan ini menjadi kegiatan penting karena informasi mengenai keberadaan tumbuhan tersebut di lokasi target masih terbatas. Melalui kegiatan ekspedisi, data lapangan diharapkan dapat dihimpun secara lebih terarah sehingga memberikan gambaran mengenai keberadaan Nepenthes di kawasan Danau Lauik Tingga dan sekitarnya,” ungkapnya.
Menutup sesi pembekalan, dirinya mengingatkan peserta agar melaksanakan ekspedisi dengan persiapan yang matang serta menjunjung tinggi kejujuran dalam pencatatan data ilmiah. Ia menegaskan, tidak ditemukannya Nepenthes selama ekspedisi bukan berarti kegiatan tersebut gagal, melainkan dapat menjadi temuan ilmiah yang menunjukkan bahwa keberadaan tumbuhan tersebut di lokasi penelitian sangat terbatas. Hal tersebut sekaligus menjadi bagian penting dari proses ilmiah dalam memahami keanekaragaman hayati di kawasan hutan Sumatera Barat. (tia)
Komentar 0
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!
Hubungi Kami
Kami siap membantu Anda. Jangan ragu menghubungi kami melalui informasi berikut.
Alamat
Jln. Pasir Kandang No. 4
Koto Tangah, Padang, 25172