Ibrahim Garba, Mahasiswa International UM Sumatera Barat Ikuti International Summer Course di Sumatera Utara
Humas UM Sumatera Barat – Ibrahim Garba, mahasiswa internasional asal Nigeria, Afrika, yang menempuh pendidikan pada Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah (UM) Sumatera Barat, berkesempatan mengikuti The 4th International Summer Course on Community Empowerment Practices for Disadvantaged People yang diselenggarakan Universitas Sumatera Utara (USU) pada 23–29 Oktober lalu. Program internasional tersebut turut menghadirkan kegiatan kunjungan lapangan (field trip) ke Kota Medan, Kabupaten Asahan, dan kawasan Danau Toba, Sumatera Utara.
Keikutsertaan Ibrahim dalam program tersebut menjadi kesempatan untuk memperluas pengetahuan, membangun relasi lintas negara, serta mempelajari pendekatan pemberdayaan masyarakat secara langsung. Dimana kegiatan tersebut memadukan pembelajaran akademik, diskusi bersama masyarakat, eksplorasi potensi daerah dan pengenalan budaya lokal sebagai bagian dari upaya memahami tantangan yang dihadapi kelompok masyarakat rentan.

Ibrahim, begitu sapaan akrabnya mengungkapkan, rangkaian program telah dimulai pada Jumat (23/10) melalui perkuliahan daring yang menghadirkan Assist. Prof. Sarah Raymundo dari Center for International Studies, University of the Philippines Diliman, serta Dr. Maulana Dalimunthe, S.I.Kom., M.A. dari USU. Melalui kedua sesi tersebut kata dia, peserta memperoleh pemahaman mengenai konsep pemberdayaan masyarakat dan pentingnya pendekatan yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup, terutama bagi masyarakat yang menghadapi keterbatasan sosial dan ekonomi.
Pada Minggu (25/10), Ibrahim bersama peserta lainnya mengikuti seremoni pembukaan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) USU. Agenda dilanjutkan dengan perjalanan menuju Kisaran, Kabupaten Asahan, kemudian ke Alam Tani di Desa Lubuk Rappa. Di lokasi tersebut ungkapnya, peserta mengikuti Focus Group Discussion (FGD) bersama para petani untuk mengenali kondisi kehidupan, kebutuhan serta berbagai persoalan yang mereka hadapi dalam aktivitas sehari-hari.
“Diskusi bersama para petani menjadi salah satu pengalaman penting bagi saya selama mengikuti kegiatan ini. Melalui interaksi secara langsung, saya memahami bahwa program pemberdayaan perlu dirancang berdasarkan kondisi nyata masyarakat, bukan semata-mata berdasarkan asumsi. Mendengarkan pengalaman masyarakat dan mengidentifikasi kebutuhan mereka merupakan langkah awal merumuskan solusi yang tepat sasaran dan berkelanjutan,” tuturnya.

Pembelajaran lapangan berlanjut pada Senin (26/10) melalui diskusi kelompok lanjutan dan kunjungan ke kawasan Kaldera Toba. Peserta juga melakukan perjalanan melintasi Danau Toba menuju Ambarita di Pulau Samosir. Selain memberikan pengalaman mengenal keindahan alam Sumatera Utara, kegiatan tersebut ungkapnya, membuka ruang pembelajaran mengenai potensi wilayah dan keterkaitannya dengan kehidupan sosial serta pengembangan masyarakat setempat.
Pada Selasa (27/10) lanjutnya, peserta mengunjungi Huta Siallagan dan Tomok, dua kawasan yang dikenal dengan kekayaan budaya masyarakat Batak. Di Tomok, peserta berkesempatan menyaksikan pertunjukan Sigale-gale serta mengenal tradisi lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Pengalaman tersebut memperkaya pemahaman Ibrahim mengenai keberagaman budaya Indonesia sekaligus memperlihatkan pentingnya menjaga warisan budaya sebagai bagian dari identitas dan potensi masyarakat.
Bagi Ibrahim, rangkaian kunjungan tersebut memberikan pengalaman belajar yang berbeda dari pembelajaran di ruang kelas. Ia tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai pemberdayaan masyarakat, tetapi juga berkesempatan mengamati kehidupan komunitas lokal, berinteraksi dengan peserta dari berbagai latar belakang, serta memahami pentingnya menghargai nilai-nilai budaya dalam merancang pendekatan pemberdayaan. “Pengalaman lintas budaya ini menjadi bagian penting dalam membangun perspektif yang lebih terbuka terhadap keberagaman masyarakat,” terangnya.

Setelah menyelesaikan kegiatan lapangan dan kembali ke Medan pada Rabu (28/10) lanjutnya, peserta melanjutkan agenda akademik pada Kamis (29/10). Perkuliahan luring menghadirkan Assoc. Prof. Dr. Paramjit Singh dari Universiti Sains Malaysia dan Prof. Dr. Drs. Bengkel, M.Si. dari USU. Kedua sesi tersebut memberikan wawasan tambahan mengenai pemberdayaan masyarakat sekaligus menjadi ruang bagi peserta untuk bertukar gagasan dan memperdalam pemahaman melalui diskusi akademik.
Ibrahim mengungkapkan, keistimewaan program tersebut terletak pada metode pembelajaran yang menggabungkan teori dan pengalaman langsung. Menurutnya, diskusi bersama masyarakat, kunjungan lapangan, aktivitas budaya dan interaksi dengan peserta internasional memberikan pemahaman lebih menyeluruh. Pada sesi perkuliahan penutup, ia juga aktif mengajukan pertanyaan dan berpartisipasi dalam diskusi hingga memperoleh hadiah atas keterlibatannya tersebut.

Dari keseluruhan rangkaian kegiatan, Ibrahim mengaku benar-benar memperoleh pemahaman bahwa pemberdayaan masyarakat tidak cukup dilakukan melalui pemberian bantuan, tetapi harus disertai upaya memahami kebutuhan, mengenali potensi, membuka akses terhadap kesempatan dan mendorong kemandirian. Pengetahuan tersebut menjadi pengalaman berharga baginya sebagai mahasiswa internasional yang menempuh pendidikan di Indonesia. Ia berharap wawasan yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk mengembangkan kepedulian sosial dan berkontribusi bagi masyarakat pada masa mendatang.
Ibrahim juga menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada Rektor UM Sumatera Barat, Lembaga Kerjasama Urusan Internasional (LKUI), serta Fakultas Teknik yang telah mendukung partisipasinya dalam program tersebut. Apresiasi juga disampaikannya kepada USU, panitia penyelenggara, para dosen, dan seluruh pihak yang berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan. Keikutsertaannya sebagai mahasiswa internasional yang berasal Nigeria menjadi pengalaman bermakna dalam memperluas wawasan global, mempererat hubungan lintas budaya serta memperkuat komitmen terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan pemberdayaan masyarakat. (tia)
Komentar 0
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!
Hubungi Kami
Kami siap membantu Anda. Jangan ragu menghubungi kami melalui informasi berikut.
Alamat
Jln. Pasir Kandang No. 4
Koto Tangah, Padang, 25172