Pergeseran dari Sekedar Schooling Ke Proses Learning
Oleh : Dr. Rahmi, M.A (Dosen Pascasarjana Pendidikan Agama Islam UM Sumatera Barat)
Pendidikan saat ini berada pada persimpangan antara tuntutan digitalisasi, pencapaian akademis, dan pentingnya integritas moral. Banyak murid atau peserta didik yang hadir di sekolah (schooling), tetapi tidak benar-benar mengalami proses belajar mengajar (learning). Kondisi ini dapat berujung pada terjadinya learning loss dan learning poverty.
Di sisi lain, murid juga harus memperhatikan integritas moral dan pembentukan karakter, bukan hanya berorientasi pada dominasi nilai kognitif. Salah satu cara untuk menyeimbangkan hal tersebut adalah melalui sistem evaluasi pendidikan yang mencakup aspek kognitif, psikomotorik, dan afektif. Selama ini, penilaian pendidikan cenderung lebih berfokus pada aspek kognitif, seperti nilai dan peringkat, sementara pembentukan karakter, etika, dan integritas kerap terpinggirkan.
Pendekatan pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengarahkan peserta didik pada proses learning salah satunya adalah pendekatan keteladanan dan pembiasaan. Dalam hal ini, orang tua memiliki peran penting sebagai pendidik dalam keluarga sekaligus teladan dan role model bagi anak di rumah, baik dalam aspek akidah, ibadah, maupun akhlak. Pembiasaan yang dilakukan oleh guru di sekolah serta orang tua di rumah akan menjadi contoh yang ditiru oleh murid. Dengan demikian, kemampuan murid tidak hanya sebatas pemahaman teoretis, tetapi juga diwujudkan melalui tindakan dan implementasi dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, pendekatan deep learning atau pembelajaran mendalam juga menjadi salah satu pendekatan yang dapat diterapkan. Deep learning merupakan pendekatan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada transformasi materi dan hafalan, melainkan menekankan proses belajar yang berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menggembirakan (joyful).
Pendekatan ini dapat diterapkan oleh guru di sekolah, madrasah, pesantren, serta berbagai lembaga pendidikan, baik formal maupun nonformal. Pembelajaran perlu diciptakan agar lebih bermakna, berkesadaran, dan menggembirakan sehingga potensi peserta didik dapat berkembang secara optimal, baik dari aspek kecerdasan intelektual, emosional, maupun spiritual.
Tidak kalah penting, peran keluarga juga sangat menentukan dalam mewujudkan tujuan pendidikan tersebut. Pendidikan bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah, melainkan juga keluarga. Kesejahteraan keluarga, kualitas pendampingan orang tua di rumah, serta pengendalian penggunaan ruang digital pada anak merupakan faktor-faktor yang sangat menentukan kesiapan anak dalam mengikuti proses pembelajaran di sekolah.
Komentar 0
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!
Hubungi Kami
Kami siap membantu Anda. Jangan ragu menghubungi kami melalui informasi berikut.
Alamat
Jln. Pasir Kandang No. 4
Koto Tangah, Padang, 25172