KOMITMEN MENJADI ENTERPRENEUR UNIVERSITY, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA BARAT HADIRKAN KETUA PP MUHAMMADIYAH YANG JUGA AHLI EKONOMI ISLAM
HUMAS UM SUMBAR- Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat seperti tidak berhenti untuk terus menggeliat menuju kerah yang lebih baik lagi, setelah mengadakan kerjasama dengan PTN atau PTS Se- Sumatera barat, kemudian dengan Pihak Pemerintahan dan Swasta, kali ini UM Sumbar berkeinginan teguh untuk menjadi kampus enterpreneuur atau enterpreneur university dengan melakukan fokus grup diskusi.
Acara yang diadakan di Convention Hall Yunahar Ilyas Kampus III UM Sumbar tersebut dihadiri oleh Ketua PP Muhammadiyah Dr. H. Anwar Abbas, MM., M.Ag, Rektor UM Sumbar Dr. Riki Saputra, MA, Wakil Rektor III UM Sumbar Moch. Abdi, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah/’Aisyiyah, Pimpinan Daerah Muhammadiyah/’Aisyiyah, kemudian Perwakilan dari Bank Syariah Indonesia dan juga Civitas Akademika UM Sumbar. Kamis 18 Maret 2021.
Dalam kata sambutannya Rektor UM Sumbar Dr. Riki Saputra, MA menyampaikan bahawa fgd ini adalah pemantik yang sengaja disiapkan untuk merangsang intelektual kita agar bagaimana UM Sumbar ini dapat memasuki Ranah dari enterpreneur. Pemikiran bahwa UM Sumbar harus memiliki unit usaha harus segera dapat terwujud sehingga pemasukan utama yang selama ini dari mahasiswa perlahan bisa kita tanggulangi dengan unit usaha yang ada.
Kemudian rektor juga meyebutkan bahwa saat sekarang UM Sumbar tengah membuat sebuah usaha legal bernama pertashop di Kabupaten yang diharapkan dapat segera terwujud. “Kita sudah menyiapkan 2 tempat strategis di kabupaten pasaman dan dharmasraya dan ini akan segera kita eksekusi” ucap beliau. Pertashop ini hampir sama dengan SPBU Pertamina cuma dengan skala yang lebih kecil. Dan juga beliau menyampaikan bahwa budaya banyak bicara tanpa adanya aksi yang jelas harus di kurangi di UM Sumbar, karena ide tanpa gerakan nyata sama saja dengan nol.
Dr. H. Anwar Abbas, MM., M.Ag yang menjadi narasumber dalam acara ini berpesan bahawa beliau berharap jangan ada perpecahan atau konflik di sebuah institusi yang ingin maju. Muhammadiyah organisasi yang besar kemudian UM Sumbar pun sekarang sedang berkembang dengan sangat baik, beliau berpesan agar dari pimpinan sampai ke tingkat paling bahwah dalam sebuah institusi seharusnya menjadi satu kesatuan dan tidak ada konflik. “Institusi maju kalau persatuan dan kesatuan civitas akademikanya kuat” pungkas beliau.
Lebih jauh beliau menyatakan bahwa kondisi yang dialami indonesia saat sekarang dimana mayoritas muslim namun menjadi bahan bulyan bagi pihak lain tidak lain dan tidak bukan karena kondisi yang kurang solid. Selain dari kekompakan, kita juga mengalami masalah dalam hal mental menjadi enterpreneur. Selama ini tertanam dalam kepala kebanyakan orang yakni employee mentality atau mental menjadi karyawan, bukan enterpreneur atau intrapreneur mentality.Merubah keadaan ini memang butuh waktu, bukan sebuah pekerjaan yang instan, namun beliau yakin dengan usaha yang terus dilakukan sesuatu yang tidak mungkin akan menjadi mungkin.
Komentar 0
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!
Hubungi Kami
Kami siap membantu Anda. Jangan ragu menghubungi kami melalui informasi berikut.
Alamat
Jln. Pasir Kandang No. 4
Koto Tangah, Padang, 25172