Menulis Yuk, Gampang Kok!
Menulis Yuk, Gampang Kok!
HUMAS UM SUMBAR - “Menulis itu gampang, tidak susah, asalkan ada kemauan dan komitmen menulis setiap hari”. Demikian resep menjadi penulis yang disampaikan Efri Yoni, narasumber dalam pelatihan menulis yang diselenggarakan Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah (MTsM) Tanjuang Medan, Selasa 23 Agustus 2022 di Tanjuang Medan, Biaro Gadang, Ampek Angkek, Kabupaten Agam.
Kegiatan tersebut diselenggarakan dalam rangka Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Muhammadiyah (UM) Sumatera Barat. Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap minggu selama tiga bulan kedepan(23 Agustus sampai 29 November 2022). Tim PKM Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UM Sumatera Barat ini terdiri dari tiga dosen yaitu: Mezia Kemala Sari, Efri Yoni dan Mimi Sri Irfadila.
Dalam sambutannya kepala Madrasah, Ernawati, SPd.I menyatakan bahwa pihaknya menyambut baik terselenggaranya kegiatan ini dalam rangka meningkatkan kualitas literasi sekolah. Kegiatan ini diikuti sebanyak 37 siswa dan guru. Sementara itu, Ketua Tim PKM Mezia Kemala Sari mengatakan bahwa target pelatihan menulis ini nantinya akan diterbitkan buku karya siswa dan guru yang memuat tulisan beragam genre seperti: puisi, feature, essai dan opini.
Dilain pihak, Efri Yoni menjelaskan bahwa ada tiga alasan kenapa menulis itu sebenarnya gampang. Penulis yang sudah menghasilkan karya 15 buku tersebut menyatakan, “Menulis itu gampang banget lho. Anda tidak perlu sekolah tinggi-tinggi untuk mengenal teori menulis, setelah jadi sarjana baru kemudian menulis. Ndak perlu kaya dulu untuk beli laptop dan mesin tik baru kemudian menulis. Ndak perlu tunggu dewasa untuk menulis karena banyak anak-anak yang sudah jadi penulis hebat”.
Salah satu penulis besar yang tidak sekolah tinggi itu adalah Buya Hamka, ulama dan pujangga nusantara kelahiran Maninjau tahun 1908 tersebut menempuh pendidikan formal hanya tamatan kelas 2 Sekolah Rendah (SD). Tapi Hamka kemudian dikenal sebagai pujangga yang sudah menghasilkan lebih dari 114 buku. Pada tahun 1928, saat berusia 19 tahun, Hamka sudah menerbitkan novel perdana berjudul ”Kaba Si Sabariah”.
Menjadi penulis juga tidak mesti menunggu dewasa karena anak-anak juga bisa menjadi penulis hebat. Contohnya Abdurahman Faiz yang lahir di Jakarta tanggal 15 November 1995. Pada usia 5 tahun sudah menulis buku puisi dan dikenal publik ketika menjuarai lomba menulis Surat Untuk Presiden oleh Dewan Kesenian Jakarta tahun 2003. Selain itu, dia juga menerima anugerah kebudayaan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2009.
“Karena itu, kalau ingin menjadi penulis, tentunya harus mempunyai komitmen menulis setiap hari. Dengan menulis berarti mengungkapkan pikiran, ide, gagasan, perasaan kita kepada orang lain. Pikiran itu tentunya berdampak bagi kemaslahatan dan hajat hidup orang banyak”, kata Efri Yoni mengakhiri.
Ditulis Oleh : Efri Yoni
Redaktur : Frans Fradinen
Komentar 0
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!
Hubungi Kami
Kami siap membantu Anda. Jangan ragu menghubungi kami melalui informasi berikut.
Alamat
Jln. Pasir Kandang No. 4
Koto Tangah, Padang, 25172