info@umsb.ac.id (0751) 482274

Mengenang Peristiwa Situjuah Berdarah

Oleh: Humas UM Sumbar   |   Jumat,20 Januari 2023 01:18:00
Dibaca: 80 kali

Humas UM Sumatera Barat - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menggelar upacara peringatan Peristiwa Situjuah ke 74 bertempat di lapangan Chatib Sulaiman, Nagari Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota, Minggu (15/1/2023) berlangsung Khidmat. Upacara dengan Inspektur Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah. 

Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat hadir pada kegiatan ini diwakili oleh Wakil Rektor III UM Sumbar Moch Abdi mengungkapkan bahwa Peristiwa Situjuah merupakan salah satu rangkaian perjuangan berdarah bangsa Indonesia pada masa Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) 22 Desember 1948 hingga 13 Juli 1949. Sedangkan, Peristiwa Situjuah terjadi pada waktu subuh 15 Januari 1948, hingga setiap tanggal 15 Januari diperingati sebagai hari Peristiwa Situjuah yang pada tahun 2023 merupakan peringatan ke-74 tahun.

Sebagaimana kita ketahui bahwa sejarah Peristiwa Situjuah merupakan bentuk perjuangan dalam mempertahankan Republik Indonesia dari serangan penjajah.Tercatat sebanyak 69 pejuang gugur dalam peristiwa ini. Tragedi bermula pada tanggal 14 Januari 1949. Ketika pimpinan PDRI, laskar pejuang dipimpin Ketua Laskar Pertahanan Rakyat Sumatera Tengah, Chatib Sulaiman mengadakan rapat membahas strategi perjuangan di sebuah lembah, yang dikenal dengan Lurah Kincia. Seusai rapat, peserta beristirahat di sebuah surau di Lurah Kincia, di kala subuh pasukan Belanda menghujani lembah itu dengan berondongan peluru.

Lokasi yang tak menguntungkan, senjata yang tak memadai, para pejuang pun tak mampu memberikan perlawanan. Chatib Sulaiman, Bupati Limapuluh Kota Arisun St. Alamsyah, Letkol Munir Latif, Mayor Zainuddin, Kapten Tantawi, Letnan Anizar, Sjamsul Bahri, Rusli dan Baharuddin, gugur bersama 60 pejuang lainnya.

Jenazah Chatib Sulaiman bersama delapan penjuang lainnya dimakamkan di Lurah Kincia, delapan orang di Banda Dalam, 13 orang di Situjuah Gadang, kemudian 39 orang dimakamkan di sekitar kawasan pemukiman penduduk di Nagari Situjuah Batua.

Peristiwa ini menjadi saksi sejarah bagi kita semua bahwa, semangat perjuangan sangat perlu kita warisi. Bentuk perjuangan disaat ini tentu bisa dilakukan dalam berbagai hal, salah satunya adalah dengan memaksimalkan peran dalam memberikan kontribusi nyata pada setiap aktivitas dalam rangka untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

***
Untuk Mendapatkan Informasi Terbaru Ayo Bergabung Bersama Fanpage UM Sumatera Barat 

Ikuti Juga Twitter UM Sumatera Barat  

***

 

SHARE :

KONTAK

Alamat

Jln. Pasir Kandang No. 4 Koto Tangah, Padang,25172

Email

info@umsb.ac.id

Telp

(0751) 482274