info@umsb.ac.id (0751) 482274

Janji Palsu Pengemis Suara

Oleh: Humas UM Sumbar   |   Rabu,10 Mei 2023 09:42:00
Dibaca: 747 kali

Humas UM Sumatera Barat - Menjelang pesta demokrasi secara tiba-tiba akan bermunculan tokoh-tokoh yang berusaha menarik simpati masyarakat dengan berbagai kegiatan bertopeng pro rakyat. Meskipun tidak 100%, namun hampir semuanya akan membaur dengar seluruh lini masyarakat sebelum akhirnya melangit dan melupakan tanah asalnya mengemis suara.

Sebagai masalah yang tak kunjung usai di nusantara Indonesia perbaikan Insfrastruktur dan kesejahteraan, selalu muncul sebagai pokok pikiran mereka dalam melontarkan janji palsu.

Tidak jarang jalan pedesaan hingga jalan nasional luput dari perhatian penguasa yang bermodalkan harapan palsu untuk meraih simpati masyarakat seperti yang tejadi di beberapa provinsi di Indonesia khususnya pulau Sumatera.

Bukan calon legislatif maupun anggota DPR / DPRD apalagi Bupati / Wali Kota ataupun Gubernur, belakangan muncul insan yang mampu menarik perhatian publik dengan aksinya yang menampar keras wajah  zhalim penguasa.

Sebut saja Joko Suranto seorang crazy rich asal grobogan yang membangun jalan desa senilai Rp. 2,8 miliar menggunakan uang pribadinya. Dilansir dari suara.com jalan  itu sudah rusak selama 20 tahun tanpa ada upaya perbaikan dari pemerintah.

Terbaru aksi yang dilakukan oleh Bambang, pengusaha asal Provinsi Riau yang menambal jalan berlubang di daerahnya. Bukan mendapat ucapan terima kasih sebaliknya Bambang diteror, ruko miliknya yang berada di jalan Parit Indah dilempar palu oleh orang tidak dikenal.

Selain itu Bima seorang pemuda asal Lampung yang mengomentari cacat infrastruktur di kampung halamannya viral dimedia sosial. Lantas saja hal ini membuat sekumpulan orang menjadi kepanasan dan kocar-kacir. Bukan mawas diri, dengan sikap anti kritik  mereka mencoba membungkam kebenaran dengan melaporkan Bima kepada pihak kepolisian.

Kita beranjak ke Provinsi Sumatera Barat, dimana seorang pedagang sayur di daerah Kinali, Kabupaten Pasaman Barat merasa perihatin melihat kondisi jalan dikampungnya, hingga dia memutuskan untuk menimbun jalan tersebut menggunakan uang pribadi. Pedagang rendah hati itu berkata, untuk apa menunggu janji kampanye penguasa yang tidak akan pernah ditepati sebab janji itu hanyalah alat untuk memperoleh suara.

Untuk mereka yang sedang memangku kekuasaan, jaga dan jalankan amanah tersebut sebaik dan semaksimal mungkin. Sebab kekuasaan bukanlah alat untuk memperkaya diri ataupun memupuk arogansi. Anda di pilih untuk bekerja pada rakyat, maka mengabdilah dengan ikhlas dan sepenuh hati, layanilah masyarakat dengan sepenuh jiwa, karena anda sudah berjanji.

Frans Fradinen

SHARE :

Informasi

KONTAK

Alamat

Jln. Pasir Kandang No. 4 Koto Tangah, Padang,25172

Email

info@umsb.ac.id

Telp

(0751) 482274