info@umsb.ac.id (0751) 482274

Ekonomi Syariah Dalam Perekonomian Global

Oleh: Humas UM Sumbar   |   Selasa,16 Mei 2023 02:52:00
Dibaca: 4322 kali
Dokumentasi Oleh : Sandra Putra

Humas UM Sumatera Barat – Pada dasarnya ekonomi syariah adalah sistem ekonomi yang berlandaskan pada nilai-nilai Islam, secara global sistem ini disebut dengan ekonomi Islam. Dalam pergerakannya ekonomi Islam merujuk pada aturan yang di tetapkan dalam Al-Quran, hadis, sunnah, ijtima’ maupun qiyas.

Belakangan ekonomi syariah menjadi perbincangan hangat di kalangan ahli perekonomian Indonesia tidak terkecuali masyarakat Indonesia sendiri. Lebih jauh pembahasan ekonomi syariah tidak hanya terjadi di Indonesia ataupun negara-negara Islam, namun sudah menembus pangsa global.

Prof. Mahmud Sholihin, Ph.D., Ak., CA., CPA, dalam seminar nasional yang dilaksanakan Universitas Muhammadiyah (UM) Sumatera Barat pada Jum’at 12 Mei 2023 mengatakan, berdasarkan data landskap keuangan syariah global tahun 2020 Indonesia menempati peringkat 7 teratas dalam aset keuangan syariah senilai 119 miliar dolar Amerika. Selanjutnya di ikuti oleh Bahrain di perpingkat 8, Turkey peringkat 9, dan Banglades yang menduduki peringkat 10.

Dari sektor pariwisata ramah muslim, dilansir dari Global Muslim Travel Index (GMTI) tahun 2022 Indonesia menduduki posisi dua teratas setelah Malaysia.

Seiring dengan perkembangan tersebut, akan selalu ada tantangan dan perubahan terhadap trend global dunia bisnis yang secara langsung akan berdampak pada masa depan dunia kerja. Penyebabnya antara lain perubahan dan kemajuan teknologi yang dapat menyederhanakan serta mempermudah pekerjaan yang menyebabkan hilangnya satu atau lebih lapangan kerja.

Tidak hanya itu, perubahan demografi dan sosial ekonomi turut mengambil peran penting, seperti makin banyak individu yang menguasai banyak keahlian. Maka perusahaan bisa menekan jumlah pekerja dengan melimpahkan berbagai macam pekerjaan pada satu atau beberapa orang saja, tentu hal ini sangat baik untuk keuangan perusahaan namun tidak bagi pekerja.

Lain halnya dengan tenaga kerja fleksibel atau freelancer yang bisa melakukan negosiasi dengan perusahaan terkait besaran upah atas jasa mereka.

Selain itu virus mematikan covid-19 turut menjadi penyumbang besar dalam perubahan sosial ekonomi, melalui bantuan pandemi covid-19 masyarakat banyak mengenal istilah belanja online, layanan digital, munculnya model kerja hybrid, hingga kepedulian terhadap kesehatan.

Agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman mau tidak mau kita harus lebih gesit dalam meningkatkan keahlian, pengalaman, dan kompetensi. Menciptakan atau memperoleh kemampuan organisasi baru, memanfaatkan kerja fleksibel serta berkolaborasi dengan teknologi.

Frans Fradinen

SHARE :

Informasi

KONTAK

Alamat

Jln. Pasir Kandang No. 4 Koto Tangah, Padang,25172

Email

info@umsb.ac.id

Telp

(0751) 482274