info@umsb.ac.id (0751) 482274

Sebuah Fakta, Sombongnya Manusia Melampaui Iblis

Oleh: Humas UM Sumbar   |   Kamis,15 Juni 2023 08:27:00
Dibaca: 1495 kali

Humas UM Sumatera Barat - Generasi  X hingga generasi Z pasti cukup familiar dengan nama Abu Nawas. Dalam kisah 1001 malam tokoh Abu Nawas digambarkan sebagai seorang yang disegani karena kecerdikannya.

Dikehidupan nyata Abu Nawas merupakan sosok legendaris dalam karya sastra Timur Tengah yang hidup pada abad ke 8 Masehi dimasa Khalifah Harun Al-Rasyid. Salah satu karya Abu Nawas yang terkenal hingga hari ini adalah I’tiraf yang berbunyi sebagai berikut :

Wahai Tuhanku! Aku bukanlah ahli surga, tapi aku tidak kuat dalam neraka jahim.

Maka berilah aku taubat (ampunan) dan ampunilah dosaku, sesungguhnya engkau Maha Pengampun dosa yang besar.

Dosaku bagaikan bilangan pasir, maka berilah aku taubat wahai Tuhanku yang memiliki keagungan.

Umurku ini setiap hari berkurang, sedang dosaku selalu bertambah, bagaimana aku menanggungnya.

Wahai, Tuhanku! Hamba Mu yang berbuat dosa telah datang kepada Mu dengan mengakui segala dosa, dan telah memohon kepada Mu.

Maka jika engkau mengampuni, maka Engkaulah yang berhak mengampuni. Jika Engkau menolak, kepada siapakah lagi aku mengharap selain kepada Engkau.

Syair ini menggambarkan bentuk penyesalan seorang hamba atas seluruh perbuatannya, sekaligus meminta ampunan kepada rabbnya. Sebagai hamba Allah kita meyakini dan tahu persis jika Dia maha pengampun (Al Ghafuur) tapi seringkali kita menyalahi sifat Allah maha pengampun dengan berbuat nista.

"Masa muda puas-puaskan dulu, nanti kalau sudah tua baru bertaubat"

"Korupsi kecil-kecilan bolehlah”

Dua kalimat di atas sangat familiar di telinga, bahkan ada diantara kita yang pernah melontarkan kalimat tersebut, seolah yakin akan hidup beberapa puluh tahun lagi. Ketahuilah umat Muhammad bukanlah golongan manusia yang di anugerahi Allah usia panjang hingga ratusan tahun. Selain itu perbuatan yang sudah menjadi kebiasaan sangat sulit untuk dirubah.

Sering kita saksikan melalui media informasi seseorang mati dengan cara laknat. Seorang pezina mati saat sedang berzina, pemabuk mati saat berpesta miras, dan pencuri mati dihajar masa. Dan bagi anda pencuri uang rakyat, segeralah bertaubat sebelum ajal menjemput, meskipun hukum dunia seringkali berpihak pada maling berdasi seperti anda.

Kesombongan manusia tidak cukup sampai disitu, dengan bangga mereka berbuat bermacam kemungkaran dimuka bumi. Yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari adalah melalaikan hingga meninggalkan shalat yang jelas-jelas merupakan perintah untuk menyembah Allah SWT.

Ingatkah kita awal mula iblis terusir dari surga? Iblis adalah makhluk rasis yang menolak untuk sujud kepada Adam, mereka menganggap Api lebih baik daripada tanah. Singkatnya Iblis terusir dari Surga karena menolak perintah Allah untuk sujud kepada Adam. Sujud kepada Adam bukan berarti menyembah, karena yang hak disembah hanyalah Allah yang maha segalanya.

Sampai disini terlihat jelas tingkat kesombongan manusia melebihi Iblis yang terkutuk, Iblis terusir dari Surga hanya karena menolak perintah Allah untuk sujud kepada Adam, sedangkan manusia kufur secara terang-terangan menolak sujud kepada Allah dengan meninggalkan Shalat.

Alasan mereka cukup beragam mulai dari belum siap, terlupa, tidak ada waktu karena sibuk bekerja dan berbagai alasan klasik lainnya. Sadarkah jika kita sudah “meninggalkan pemberi rezeki dengan alasan mencari rezeki”?

Semoga Allah senantiasa memberi petunjuk dan ampunan kepada kita yang menghambakan diri padanya.

Frans Fradinen

SHARE :

Informasi

KONTAK

Alamat

Jln. Pasir Kandang No. 4 Koto Tangah, Padang,25172

Email

info@umsb.ac.id

Telp

(0751) 482274