info@umsb.ac.id (0751) 482274

Pembelajaran Bahasa Arab Di Era Society Sebagai Respon Terhadap Persaingan Global

Oleh: Humas UM Sumbar   |   Senin,22 Januari 2024 10:15:00
Dibaca: 168 kali
Prof. Dr. Mahyudin Ritonga, S.Pd.I, MA

Bahasa Arab merupakan bahasa yang tidak dapat dipisahkan dengan ajaran Islam, pernyataan ini didasarkan pada sumber ajaran Islam yang menggunakan bahasa Arab. Allah memilih bahasa Arab sebagai bahasa Alquran ditegaskan setidaknya sepuluh kali dalam Alquran. Begitu juga hadis Nabi yang menggunakan bahasa Arab. Alquran dan Hadis sebagai sumber utama ajaran Islam setidaknya sudah dapat menjadi dasar bagi umat Islam untuk memiliki motivasi yang tinggi dalam mempelajarinya secara mendalam dan mengajarkannya kepada sesama umat Islam.

Mengingat pentingnya bahasa Arab bagi umat Islam, Umar bin Khattab bahkan menegaskan, (Pelajarilah bahasa Arab karena sesungguhnya bahasa Arab itu bagian dari agamamu)". Pernyataan Umar ini tentu mengisyaratkan bahwa "seseorang tidak akan mungkin dapat memahami ajaran Islam secara benar tanpa didasari dengan kemampuan berbahasa Arab". Rasulullah sebagaimana Riwayat Muslim menegaskan saya mencintai bahasa Arab disebabkan oleh tiga hal, saya orang Arab, Alquran berbahasa Arab dan bahasa penduduk sorga adalah bahasa Arab. Bahasa Arab merupakan bahasa terkaya dan terluas serta terdalam maknanya, sehingga tidak dapat dibantah ketika al-Hasyimi mengungkapkan (Pelajarilah bahasa Arab, karena dengan mempelajarinya akan menambahkan ketajaman berpikir).

Selain beberapa dasar, perlu kita ingat bahwa sejak 18 Desember 1973 bahasa Arab resmi menjadi salah satu dari bahasa PBB, hal ini membuktikan pengakuan dari masyarakat dunia terkait pentingnya bahasa Arab dalam kehidupan seperti pendidikan, kesehatan, perekonomian, politik dan berbagai kegiatan lainnya. Dan ini juga telah terbukti jauh sebelum tahun 1973 M, dimana umat Islam telah mencapai kejayaan dan keemasan pada masa Abbasyiyah, dan pada masa itu para ahli dalam berbagai bidang keilmuan telah menghasilkan karya monumental dengan menggunakan bahasa Arab yang kemudian dijadikan referensi oleh para ilmuan modern di berbagai Negara.

Kompleksitas dan luasnya urgensi bahasa Arab bagi umat Islam tidak serta merta membuat umat Islam memiliki semangat yang tinggi dalam mempelajari serta mengkaji dan mendalami bahasa Arab. Pernyataan ini didasarkan pada beberapa realita bahwa lembaga-lembaga kajian bahasa Arab sunyi peminat, program studi baik sastra maupun pendidikan bahasa Arab belum menjadi pilihan utama pada banyak perguruan tinggi, padahal melalui pendalaman terhadap bahasa Arab akan menghantarkan setiap orang mudah memahami studi keislaman dalam berbagai bidang keilmuan. Begitu juga pada lembaga pendidikan, bahasa Arab hanya diajarkan pada lembaga yang berafiliasi dengan madrasah dan Islam terpadu, dan itu pun terkadang bukan menjadi mata pelajaran pavorit bagi peserta didik, dan lembaga pendidikan umum sangat jarang menjadikan bahasa Arab sebagai bagian dari kurikulum.

Penggunaan Teknologi Informasi dalam Pembelajaran Bahasa Arab

Era globalisasi membutuhkan penerapan teknologi dalam pembelajaran untuk menunjang proses pembelajaran bagi pendidik dan peserta didik (Hardika et al. 2020; Astini 2019). Terkhusus untuk pembelajaran bahasa Arab dalam kaitannya dengan pemanfaatan teknologi informasi, penulis telah banyak melakukan penelitian sebagaimana berikut ini:

Pertama, pembelajaran bahasa Arab berbasis teknologi informasi dan komunikasi telah membuktikan meningkatkan minat peserta didik di era digital ini, karena penggunaan teknologi relevan dengan dunia peserta didik yang sudah akrab dengan berbagai perangkat teknologi. Namun sayangnya, kondisi peserta didik belum disertai dengan keterampilan guru dalam mengoperasikan dan menggunakan perangkat dan platform teknologi yang telah tersedia, bahkan tidak sedikit di antara guru bahasa Arab yang belum bisa mengetik baik melalui computer, maupun android untuk tulisan berbahasa Arab. Kondisi guru yang seperti ini menyebabkan mereka bertahan dengan pembelajaran yang hanya mengandalkan media dan sumber belajar yang disediakan oleh lembaga, sementara peserta didik sudah bisa akses berbagai platform yang ada.

Kedua, penggunaan teknologi dengan segala platform yang ada telah memudahkan bagi pendidik dan peserta didik dalam peningkatan kualitas pembelajaran bahasa Arab. Seperti halnya penggunaan platform Duolinguo yang diadopsi dari pembelajaran bahasa Inggris ternyata dapat difungsikan secara baik dalam meningkatkan kemampuan berbahasa Arab khususnya dalam aspek maharah al-kalam.

Ketiga, platform teknologi seperti SIAKAD dengan segala fitur yang ada memberikan kemudahan bagi pendidik dalam mendeteksi kesalahan berbahasa Arab yang terjadi pada peserta didik. Kebermanfaatannya juga sangat banyak untuk peserta didik, dimana mereka dimudahkan untuk mendapatkan berbagai instruksi yang diberikan pendidik dalam pembelajaran secara online.

Keempat, peningkatan hasil belajar bahasa Arab juga dapat dilakukan dengan memanfaatkan teknologi yang ada. Hal ini terbukti dari hasil penelitian yang dilakukan terkait dengan pemanfaatan platform ICANDO, melalui penggunaan platform ini pembelajaran bahasa Arab tidak hanya terbatas pada kelas formal, melainkan juga dapat dilakukan secara berkelanjutan dari rumah

Problem dalam Pemanfaatan Teknologi dalam Pembelajaran Bahasa Arab

Pertama, setiap lembaga memiliki kesanggupan dan keterbatasan dalam mewujudkan perangkat teknologi yang dibutuhkan. Maka bagi lembaga pendidikan yang memiliki kematangan dalam bentuk pembiayaan memiliki peluang, namun kemampuan sumber daya manusia dalam memanfaatkan teknologi juga tidak jarang menjadi penghalang.

Kedua, kondisi tempat menjadi penghalang disebabkan lembaga pendidikan tidak selalu strategis untuk menggunakan perangkat teknologi, tidak sedikit lembaga pendidikan di Indonesia yang sulit akses jaringan internet.

Ketiga, setiap perangkat dan platform teknologi membutuhkan keterampilan sumber daya manusia dalam mengoperasionalkannya. Beberapa platform yang dijelaskan di atas membutuhkan sosialisasi dan pelatihan bagi setiap pendidik sehingga mereka memiliki kemampuan dalam menggunakannya pada pembelajaran bahasa Arab. Pendidik yang responsive dan inovatif merupakan kemestian dalam memanfaatkan perangkat dan platform teknologi, karena teknologi mengalami perkembangan yang begitu pesat

Solusi untuk Membangun Sumber Daya Manusia yang Kompetitif di Era Globalisasi

Untuk mengatasi tantangan ini, perlu dilakukan:

Peningkatan Keterampilan Guru: Pelatihan dan sosialisasi intensif bagi pendidik dalam mengoperasikan teknologi.

Peningkatan Infrastruktur: Perluasan akses internet untuk memastikan seluruh lembaga dapat memanfaatkan teknologi.

Inovasi Pendidikan: Mendorong inovasi dalam kurikulum untuk memasukkan teknologi dalam pembelajaran bahasa Arab.

Dengan mengatasi tantangan ini, diharapkan pembelajaran bahasa Arab dapat lebih efektif dan meraih dukungan maksimal dalam era globalisasi ini.

Prof. Dr. Mahyudin Ritonga, S.Pd.I, MA (Guru Besar Bidang Ilmu Pendidikan Bahasa Arab, Direktur Program Pascasarjana UM Sumatera Barat)

 

SHARE :

Informasi

KONTAK

Alamat

Jln. Pasir Kandang No. 4 Koto Tangah, Padang,25172

Email

info@umsb.ac.id

Telp

(0751) 482274