info@umsb.ac.id (0751) 482274

Semangat Dan Yakin Masuk Surga

Oleh: Humas UM Sumbar   |   Rabu,08 Mei 2024 10:15:00
Dibaca: 65 kali

Surat Yasin ayat 55-58 bicara tentang ilmu Falak, matahari, bulan, siang dan malam dengan segala perhitungannya lebih dari itu ada lagi yang menjadi idaman semua orang yang bercita-cita tinggi penuh yakin memenangkan pertarungan politik tingkat tinggi dan Agung  yakni menduduki kursi  terhormat yang suci dari kecurangan. Saya masih ingat waktu kuliah di Fakultas Syari'ah Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat kami belajar di lantai tiga Masjid Taqwa Muhammadiyah Sumatera Barat jl. Kedungkandang no. 1 Padang ada matakuliah favorit kami yaitu Fikih Politik (fiqh syiyasah)

Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu berada dalam kesibukan (sehingga tidak sempat berpikir tentang penghuni neraka) lagi bersenang-senang.

Allah menerangkan bahwa orang-orang yang beriman dibalas Allah dengan pahala yang berlipat ganda, berupa surga yang penuh kenikmatan. Di dalamnya, mereka merasakan kesenangan dan kenikmatan yang belum pernah mereka rasakan, keindahan yang belum pernah mereka lihat, dan suara yang menyejukkan kalbu yang belum pernah mereka dengar. Waktu itu tidak terpikir olehnya azab yang sedang diderita orang-orang kafir yang terbenam dalam neraka. Yang dirasakan dan diingatnya hanyalah kegembiraan dan kepuasan hati bersama teman-temannya di dalam surga.

Mereka dan pasangan-pasangannya berada dalam tempat yang teduh sambil berbaring di atas ranjang berkelambu.

Di dalam surga orang-orang yang beriman dan istri-istri mereka berada dalam taman-taman yang indah dengan pohon yang rindang, duduk di atas sofa dan tempat-tempat tidur, berbincang-bincang sambil menikmati berbagai macam rezeki yang mereka peroleh dari Tuhan mereka.

Dari perkataan “hum wa azw?juhum” (mereka dan pasangan mereka) dapat dipahami bahwa orang-orang yang beriman akan tinggal bersama pasangan mereka dengan bahagia dan damai dalam surga dan memperoleh nikmat yang berbagai macam bentuk yang tiada taranya. Ada yang dalam bentuk langsung mereka nikmati, seperti memperoleh tempat yang nyaman dan indah, serta merasakan makanan yang lezat dan sebagainya. Ada pula dalam bentuk pemenuhan keinginan dan cita-cita mereka sebagai anggota atau kepala keluarga. Selama hidup di dunia mereka mencita-citakan keluarga yang berbahagia, mempunyai istri yang cantik dan setia. Keinginan-keinginan mereka yang seperti itu dipenuhi Allah dalam surga nanti.

Bahkan pada ayat yang lain diterangkan bahwa anak cucu mereka yang beriman ditinggikan Allah derajatnya seperti derajat bapak dan ibu mereka. Mereka dikumpulkan dengan orang tua mereka di dalam surga, tanpa membeda-bedakan pemberian nikmat kepada masing-masing anggota keluarga itu. Allah berfirman:

Dan orang-orang yang beriman, beserta anak cucu mereka yang mengikuti mereka dalam keimanan, Kami pertemukan mereka dengan anak cucu mereka (di dalam surga), dan Kami tidak mengurangi sedikit pun pahala amal (kebajikan) mereka. Setiap orang terikat dengan apa yang dikerjakannya. (a?-??r/52: 21)

Dari ayat ini dipahami pula agar setiap mukmin selalu berusaha untuk menjadikan suami, istri, anak-anak dan keluarga mereka, menjadi orang-orang beriman yang baik, agar cita-cita mereka untuk dapat saling berhubungan dengan keluarga mereka dikabulkan Allah di akhirat.

Saya kira ada baiknya baca pula surat Al-Baqarah ayat 25.

Di (surga) itu mereka memperoleh buah-buahan dan apa saja yang mereka inginkan.

Orang-orang yang beriman akan memakan bermacam-macam buah-buahan yang lezat di dalam surga, dan memperoleh semua yang mereka inginkan. Bagi yang suka bermain disediakan berbagai alat permainan, yang suka olahraga juga disediakan semua kebutuhan olahraga. Demikian pula berbagai alat kesenian yang mereka inginkan Firman Allah:

Di dalamnya mereka dapat meminta segala macam buah-buahan dengan aman dan tenteram. (ad-Dukh?n/44: 55)

(Kepada mereka dikatakan,) “Salam sejahtera” sebagai ucapan dari Tuhan Yang Maha Penyayang.

Yang mereka inginkan itu ialah salam dari Allah yang disampaikan kepada mereka untuk memuliakan mereka. Salam ini langsung disampaikan Allah atau mungkin dengan perantaraan malaikat, seperti firman Allah:

Sedang para malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu; (sambil mengucapkan), “Selamat sejahtera atasmu karena kesabaranmu.” Maka alangkah nikmatnya tempat kesudahan itu. (ar-Ra‘d/13: 23-24)

Salam berarti selamat dan sejahtera, terpelihara dari segala yang tidak disenangi memperoleh semua yang diingini sehingga orang itu memperoleh kenikmatan jasmani dan rohani yang tiada bandingannya.

Ditulis oleh : Dr. Firdaus, M.H.I Dosen Prodi Hukum Keluarga Fakultas Agama Islam UM Sumatera Barat).

SHARE :

Informasi

KONTAK

Alamat

Jln. Pasir Kandang No. 4 Koto Tangah, Padang,25172

Email

info@umsb.ac.id

Telp

(0751) 482274