info@umsb.ac.id 0823 8497 0907
WhatsApp Logo

Rahasia Tanah dalam Penciptaan Manusia, Tinjauan Kimia dan Perspektif Al Quran

Oleh: Humas UM Sumbar   |   Kamis,16 April 2026 09:02:00
Dibaca: 88 kali
ilustrasi

Oleh Dr. Firdaus, M.H.I

(Dosen Ilmu Falak dan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat)

Sejak duduk di bangku sekolah dasar, penulis telah memiliki ketertarikan besar terhadap pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Ketertarikan tersebut terus berkembang ketika di SMP, terutama saat mempelajari Biologi di laboratorium sekolah. Ketika melanjutkan pendidikan di SMA pada program A1 (Fisika), minat terhadap ilmu kimia justru semakin kuat. Bahkan karya ilmiah yang pernah ditulispun berkaitan dengan kajian kimia. Dalam perjalanan belajar tersebut, penulis menyadari bahwa mempelajari ilmu alam seperti biologi, kimia dan fisika pada hakikatnya juga dapat menjadi jalan untuk memahami kebesaran Tuhan dan nilai-nilai agama.

Salah satu contoh menarik untuk dikaji adalah tanah, unsur yang sangat dekat dengan kehidupan manusia. Dalam ajaran Islam, tanah disebut sebagai bahan dasar penciptaan manusia pertama, Nabi Adam. Hal ini menunjukkan bahwa tanah bukan sekadar unsur biasa, melainkan memiliki kandungan yang sangat kompleks dan penting bagi kehidupan.

Al-Qur’an sendiri menjelaskan tentang penciptaan manusia dari tanah. Dalam beberapa ayat, seperti Surah Al-Hijr ayat 26, 28, dan 33, disebutkan bahwa manusia diciptakan dari tanah liat kering yang berasal dari lumpur hitam yang telah diberi bentuk. Ayat-ayat tersebut memberikan gambaran bahwa unsur tanah memiliki peran penting dalam proses penciptaan manusia.

Jika dilihat dari sudut pandang ilmu kimia, tanah memang mengandung berbagai unsur sangat penting bagi kehidupan. Di dalam tanah terdapat unsur logam maupun semi-logam yang berperan sebagai katalis dalam berbagai reaksi kimia dan biokimia. Beberapa unsur tersebut antara lain besi (Fe), tembaga (Cu), kobalt (Co), mangan (Mn), serta unsur utama kehidupan seperti karbon (C), hidrogen (H), nitrogen (N), fosfor (P), dan oksigen (O). Unsur-unsur ini memungkinkan terjadinya proses pembentukan molekul-molekul organik yang kompleks, seperti asam amino, ureum, hingga nukleotida yang menjadi dasar bagi kehidupan.

Molekul-molekul organik tersebut kemudian membentuk berbagai sistem penting dalam tubuh manusia, termasuk jaringan otak dan materi genetik. Otak manusia berfungsi sebagai pusat pengendali tubuh sekaligus tempat penyimpanan informasi. Struktur otak sendiri terbentuk dari unsur-unsur kimia yang berasal dari tanah tersebut, yang kemudian tersusun menjadi jaringan saraf dan makromolekul yang kompleks.

Selain otak, manusia juga memiliki sistem penyimpan informasi yang sangat canggih, yaitu DNA atau deoxyribonucleic acid (asam deoksiribonukleat). DNA merupakan molekul yang menyimpan informasi genetik manusia dan diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Menariknya, DNA juga tersusun dari unsur-unsur kimia utama seperti karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen, dan fosfor, unsur-unsur yang banyak ditemukan di dalam tanah.

Ilmuwan terkenal dari Amerika Serikat, Carl Sagan, dalam bukunya The Dragons of Eden menjelaskan bahwa manusia memiliki keunggulan dibandingkan makhluk lainnya karena dilengkapi dengan sistem penyimpanan informasi yang sangat besar. Sistem ini terdiri dari dua bagian utama, yaitu jaringan otak dan DNA dalam kromosom manusia.

Jaringan otak manusia memiliki kemampuan menyimpan informasi dalam jumlah yang sangat besar, mencapai sekitar 10¹³ bit informasi, atau sebanding dengan 2 juta halaman buku tebal atau sebanding dengan 4000 jilid buku @500 halaman. Sementara itu, DNA dalam kromosom manusia juga mampu menyimpan informasi genetik dalam jumlah yang luar biasa. Jika dianalogikan, kapasitas informasi yang tersimpan dalam DNA manusia setara dengan jutaan halaman buku.

Dari sudut pandang ini, dapat dipahami mengapa Nabi Adam mampu menerima dan memahami pengetahuan yang diajarkan oleh Allah, termasuk mengetahui nama-nama benda sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an. Manusia memiliki perangkat biologis yang memungkinkan proses penyimpanan dan pengolahan informasi, yaitu otak dan DNA. Kedua sistem canggih tersebut terbentuk dari unsur-unsur kimia yang berasal dari tanah.

Hal ini sekaligus memberikan pemahaman bahwa tanah memiliki keistimewaan tersendiri dalam proses penciptaan manusia. Berbeda dengan anggapan Iblis yang merasa lebih mulia karena diciptakan dari api, justru unsur tanah memiliki potensi sangat besar untuk membentuk kehidupan yang kompleks dan cerdas. Sementara malaikat yang diciptakan dari cahaya tetap menunjukkan sikap tunduk dan patuh kepada perintah Allah tanpa merasa lebih mulia.

Melalui kajian sederhana ini, kita dapat melihat bahwa ilmu pengetahuan modern justru semakin memperlihatkan kebesaran ciptaan Tuhan. Tanah yang tampak sederhana ternyata menyimpan berbagai unsur kimia yang memungkinkan terbentuknya kehidupan manusia dengan segala kecerdasannya. Dengan memahami hal tersebut, manusia diharapkan semakin menyadari perannya sebagai khalifah di bumi, yaitu menjaga dan mengelola alam semesta dengan penuh tanggung jawab.

 

SHARE :

Informasi

KONTAK

Alamat

Jln. Pasir Kandang No. 4 Koto Tangah, Padang,25172

Email

info@umsb.ac.id

Telp

(0751) 482274