info@umsb.ac.id 0823 8497 0907
WhatsApp Logo

Dosen Pertanian UM Sumatera Barat Raih Hibah Penelitian, Kembangkan Metode Penentuan Benih Padi Unggul

Oleh: Humas UM Sumbar   |   Jumat,17 April 2026 04:00:00
Dibaca: 39 kali

Humas UM Sumatera Barat – Dosen Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah (UM) Sumatera Barat, Dr. Wedy Nasrul, M.Si berhasil menerima dana hibah untuk penelitian inovatif dengan judul “Analisis Penentuan Benih Padi Terbaik yang digunakan di Kecamatan Tilatang Kamang Kabupaten Agam Menggunakan Metode AHP (Analytic Hierarchy Process)”. Dalam pelaksanaannya, beliau didampingi Dosen Fakultas Pertanian Dr. Drs. Zulmardi, M.Si dan mahasiswa Reni Siska. Kolaborasi antara dosen dan mahasiswa tersebut menjadi salah satu bentuk implementasi pembelajaran berbasis riset di lingkungan kampus.

Dr. Wedy Nasrul, M.Si mengatakan, penelitian tersebut hadir sebagai respons terhadap tantangan serius di sektor pertanian, khususnya penurunan produksi padi nasional dan daerah. “Data menunjukkan bahwa produksi padi nasional pada tahun 2024 mengalami penurunan sebesar 1,32 juta ton atau sekitar 2,45 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi serupa juga terjadi di Sumatera Barat, di mana produksi padi turun sekitar 8,80 persen,” ungkapnya.

Sebagai salah satu daerah sentra produksi padi papar beliau, Kabupaten Agam memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan. Namun, peningkatan produksi yang terjadi masih relatif kecil, yaitu sekitar 1,5 persen pada tahun 2024. Hal ini menunjukkan bahwa masih terdapat berbagai kendala dalam sistem produksi benih padi, baik dari segi ketersediaan, kualitas, maupun distribusi.

Menurut beliau, salah satu permasalahan utama adalah belum optimalnya penggunaan benih padi bersertifikat oleh petani. Selain itu, keterbatasan varietas unggul yang sesuai dengan kebutuhan serta preferensi petani dan pasar menjadi tantangan tersendiri. Banyak petani yang masih mempertahankan penggunaan varietas lokal karena telah terbukti sesuai dengan kondisi lahan dan disukai konsumen.

Melalui penelitian tersebut, tim yang ia ketuai berupaya mengidentifikasi kriteria utama yang digunakan petani dalam memilih benih padi. Selain itu, penelitian juga menganalisis proses pengambilan keputusan petani serta menentukan varietas benih terbaik yang dapat direkomendasikan untuk meningkatkan produksi.

Lebih lanjut beliau menyebutkan, Metode yang digunakan dalam penelitian tersebut merupakan kombinasi antara Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Multi Factor Evaluation Process (MFEP). Metode AHP digunakan untuk menentukan bobot setiap kriteria, sementara MFEP digunakan untuk menghitung skor dan menentukan peringkat varietas benih terbaik. Adapun kriteria yang digunakan meliputi potensi produksi, ketahanan terhadap hama dan penyakit, umur tanaman, serta preferensi pasar. “Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam, yang dikenal sebagai salah satu sentra produksi padi di Sumatera Barat,” terangnya.

Adapun luaran yang ditargetkan dari penelitian ungkapnya, antara lain rekomendasi kebijakan terkait pemilihan benih padi, publikasi artikel ilmiah pada jurnal internasional bereputasi seperti Journal of Tekirdag Agricultural Faculty (Scopus Q2), penyusunan tesis, serta pengajuan Hak Kekayaan Intelektual (HKI). “Saat ini, tingkat kesiapan teknologi (TKT) penelitian berada pada level 2 dengan target peningkatan ke level 3,” pungkasnya.

Melalui penelitian tersebut UM Sumatera Barat terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan sektor pertanian dan ketahanan pangan nasional. Diharapkan hasil penelitian tidak hanya memberikan kontribusi akademik, tetapi juga berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya para petani di Sumatera Barat. (tia)

 

SHARE :

Informasi

KONTAK

Alamat

Jln. Pasir Kandang No. 4 Koto Tangah, Padang,25172

Email

info@umsb.ac.id

Telp

(0751) 482274