Camat Rao Berharap KKN UM Sumbar Bangkitkan Sejarah Masa Lampau Yang Terlupakan
HUMAS UM SUMBAR – Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah bentuk pengabdian kepada masyarakat oleh mahasiswa dengan pendekatan lintas keilmuan dan sektoral pada waktu dan daerah tertentu di Indonesia. Pelaksanaan KKN biasanya dilakukan selama satu hingga dua bulan dengan lokasi di daerah setingkat desa, (sumber ; wikipedia).
Pada dasarnya KKN dilaksanakan sebagai bentuk nyata implementasi keilmuan yang diperoleh mahasiswa dibangku kuliah dengan pengaplikasian ditengah kehidupan bermasyarakat. Selama KKN mahasiswa akan dapat pelajaran dan pengalaman baru bersama masyarakat dengan turut serta membantu memecahkan permasalahan sesuai dengan keilmuan tapi tetap memperhatikan situasi, kondisi, dan permasalahan yang sedang dihadapi.
Ketua Badan Pelaksana (BP) KKN Universitas Muhammadiyah (UM) Sumatera Barat Eddi Novra, M.Par mengatakan, pelaksanaan KKN merupakan bentuk pembelajaran mahasiswa dengan hidup merbaur bersama masyarakat. Selain itu KKN merupakan amanat UU nomor 20 tahun 2003 tentang pendidikan nasional dan UU nomor 12 tahun 2012 tentang pendidikan tinggi, serta sebagai bentuk implementasi UM Sumatera Barat terhadap Tri Dharma perguruan tinggi mengenai pengabdian masyarakat.

Selama mengabdi mahasiswa diharapkan aktif bersama masyarakat dalam memecahkan permasalahan, mampu berinovasi sesuai bidang keilmuan masing-masing. Maka dari itu sebelum kegiatan ini dilaksanakan kita lakukan survey lokasi terlebih dahulu, harapannya agar peluang dan potensi yang dimiliki daerah/desa tempat dilaksanakannya KKN dapat dimaksimalkan demi kesejahteraan bersama, ujar Edi Novra.
Dilain tempat ketua panitia pelaksana KKN UM Sumatera Barat tahun 2022 Rudi Kurniawan Arief, ST., MT., Ph.D mengatakan diperkirakan jumlah mahasiswa yang akan melaksanakan KKN sejumlah lebih kurang 1500 orang. Berdasarkan survey yang dilakukan BP dan Panitia Pelaksana pada tanggal 28 dan 29 Juni 2022 mahasiswa akan ditempatkan di dua Kabupaten yaitu Kabupaten Pasaman, dan Kabupaten Sijunjuang.
Di Kabupaten Pasaman KKN akan dilaksanakan di Kecamatan Rao dan Rao Selatan tepatnya di Nagari Taruang-Taruang, Lansek Kadok, dan Lubuak Layang. Sementara di Kabupaten Sijunjuang akan dilaksanakan di Kecamatan Tanjuang Gadang, Kupitan, dan Sijunjuang yang kemudaian terbagi menjadi beberapa Nagari seperti Tajuang Gadang, Padang Sibusuak, Pamatang Panjang, dan Kandang Baru.
Rudi menerangkan dengan mengangkat tema Awakening, Energizing, Epowering yang sarat akan makna membangkitkan, memberi semangat, dan energi baru untuk masyarakat serta memberdayakan masyarakat dalam memasuki fase endemik.
Disamping itu Camat Rao Arif Afandi, S.S.T.P.M.M sangat mengapresiasi UM Sumatera Barat yang akan menitipkan generasi intelektual untuk ber-KKN dikampung halamannya. Arif mengatakan bahwa daerah ini (Pasaman/Rao) memiliki banyak potensi wisata, baik wisata alam maupun wisata sejarah.

Dirinya berharap kehadiran UM Sumatera Barat dapat kembali membangkitkan sejarah Tuanku Rao, Tuanku Padang Unang, Arca Dwarapala, sejarah jayaan kerajaan masa lampau, dan banyak potensi lainnya yang saat ini sudah mulai terlupakan. Hal ini sesuai dengan visi Wakil Bupati Pasaman yang sedang giat-giatnya menggalakkan potensi wisata di Kabupaten ini ujar Arief saat ditemui dikantornya, Selasa (28/6).
Frans Fradinen
Komentar 0
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!
Hubungi Kami
Kami siap membantu Anda. Jangan ragu menghubungi kami melalui informasi berikut.
Alamat
Jln. Pasir Kandang No. 4
Koto Tangah, Padang, 25172